Piala Dunia 2022

Alonso bantah Uruguay main bertahan lawan Korea Selatan

Alonso bantah Uruguay main bertahan lawan Korea Selatan

Pelatih Uruguay Diego Alonso saat laga Uruguay melawan Korea Selatan di Education City Stadium, Al Rayyan, Qatar, 24 November 2022. (REUTERS/KAI PFAFFENBACH)

Jakarta (ANTARA) - Pelatih Uruguay Diego Alonso membalas tuduhan bahwa timnya terlalu defensif saat imbang 0-0 dalam pertandingan Piala Dunia 2022 melawan Korea Selatan seraya menunjuk barisan serangnya.

Alonso menurunkan pemain veteran Luis Suarez, pemain Liverpool Darwin Nunez dan pemain muda Manchester United Facundo Pellistri dalam trio serangnya.

Pellistri bermain sebagai sayap kanan tetapi Nunez lebih banyak bergerak ke dalam dari kiri sampai posisi tengah yang ditempati Suarez.

Itu membuat sisi kiri Uruguay menjadi lowong dan inilah sektor yang diserang tanpa henti oleh Korea Selatan dalam periode pembuka yang dinamis.

Uruguay terlambat start namun Alonso menunjuk fakta upaya timnya membentur tiang gawang dua kali sebagai bukti telah berusaha memenangkan pertandingan itu.

"Sudah jelas karakteristik starting eleven kami kebanyakan pemain menyerang," kata sang pelatih seperti dikutip AFP.

"Kami punya Darwin, Suarez, dan Pellistri, kami juga menurunkan tiga gelandang pencetak gol dan bek sayap yang bisa menekan."

Dia menambahkan: "Saya suka bertahan lebih tinggi tetapi pada babak pertama kami kesulitan melakukannya. Pada babak kedua kami lebih baik."

"Kami kurang presisi dalam menciptakan peluang, kami kekurangan kombinasi umpan yang biasanya kami punya."

Baca juga: Laga Uruguay vs Korea Selatan berakhir imbang tanpa gol

Upaya gol kapten Uruguay Diego Godin membentur tiang pada babak pertama dan gelandang Real Madrid Federico Valverde melakukan hal yang sama pada menit tambahan.

Godin mengatakan tim perlu segera mengakhiri kekecewaan mereka pada pertandingan melawan Ghana dan Portugal nanti.

"Dalam turnamen seperti ini tidak ada waktu untuk menyesal, Anda harus memikirkan pertandingan selanjutnya," sambung dia.

"Kami harus memperbaiki beberapa hal, meningkatkan apa yang kami bisa, kami perlu tumbuh dan semakin baik, kami memiliki pemain untuk berbuat lebih banyak."

Saat Godin bermain pada Piala Dunia keempatnya, Valverde yang menjadi man-of-the-match justru menjadi salah satu debutan.

"Ini mimpi yang menjadi kenyataan," katanya. "Saya sangat menikmatinya. Saya sangat cemas sebelum pertandingan ini tetapi sungguh pengalaman yang indah."

"Saya senang sekali. Secara fisik, saya mengakhiri pertandingan dengan baik. Saya sedih tidak menang tetapi saya mengucapkan selamat kepada rekan-rekan setim saya yang telah memberikan segalanya."

"Mereka menunjukkan komitmen yang besar dan jika kami terus bermain seperti ini, saya pikir kami akan melangkah lebih jauh."

Baca juga: Son ogah salahkan Hwang Ui-jo atas peluang yang terbuang lawan Uruguay
Baca juga: Portugal lewati ujian pertama dengan tekuk Ghana 3-2
Baca juga: Gol Breel Embolo bawa Swiss menang 1-0 atas Kamerun

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar