Muhammadiyah Malaysia gelar Musycab ke-IV di Kuala Lumpur

Muhammadiyah Malaysia gelar Musycab ke-IV di Kuala Lumpur

Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia, Assoc Prof Dr Sonny Zulhuda saat memberikan ceramah. ANTARA Foto/Ho-Aunillah (1)

Yogyakarta (ANTARA) - Pengurus Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) dan Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah (PCIA) Malaysia menggelar Musyawarah Cabang (Musycab) ke-IV di Kuala Lumpur, Sabtu.

Ketua PCIM Malaysia Sony Zulhuda dalam sambutan, diikuti secara virtual, menjelaskan jumlah kehadiran musyawarah cabang tersebut dibatasi karena akan ada perhelatan besar setelahnya, yaitu pelantikan pengurusan dan tabliq akbar.

Pertemuan itu mengangkat tema "Menguatkan Visi Internasionalisasi Muhammadiyah" yang dibuka oleh Duta Besar RI untuk Malaysia Hermono.

Sony berharap teman-teman dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan aliansi serta organisasi masyarakat bisa diundang.

Selain itu Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir juga diundang hadir dalam pelantikan dan tabliq akbar tersebut.

Sony mengatakan mereka yang hadir akan menyaksikan satu titik bersejarah dalam perjalanan PCIM Malaysia.

Sementara itu, anggota DPR RI Zainuddin Maliki yang turut hadir dalam pembukaan Musycab IV tersebut juga menyebut PCIM itu seperti PP (Pimpinan Pusat).

“Karena bertemu dengan para elemen bangsa di dalamnya,” kata dia.

Dia berharap itu menjadi pertanda baik saat pengurus menuntaskan sebuah amanah.

“Selalu pimpinan PCIM Malaysia sekali lagi mengucapkan terima kasih. Tidak akan ada perjalanan yang panjang tanpa dukungan dari rekan-rekan sekalian,” kata Zainuddin.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang Istimewah 'Aisyiyah (PCIA) Malaysia Nita Nasyitha menyampaikan rasa syukur dapat memimpin organisasi tersebut di Malaysia.

“Tapi alhamdulillah berkat dukungan, semangat, dan kebersamaan dari pengurus dan teman-teman Aisyiyah maka kami bisa melewati periode ini dengan baik, walaupun banyak sekali program kerja yang direalisasikan karena tepat satu bulan kami dilantik dan seminggu setelah kami mengusung program kerja, seperti yang bapak dan ibu tahu pandemi terjadi,” ujar dia.

Menurut Nita, organisasi dapat bergerak sesuai sistem yang ada, sehingga pergantian kepemimpinan di organisasi tersebut menjadi hal lumrah, wajar dan membuktikan Aisyiyah dinamis.

“Kita siap memimpin dan dipimpin oleh siapapun," ujar dia.

Sebanyak 57 orang telah diputuskan menjadi calon sembilan formatur dan dari jumlah tersebut akan dipilih pengurus PCIM Malaysia periode selanjutnya. Selain itu 30 orang di antaranya pernah menjabat sebagai pimpinan PCIM periode terakhir, ditambah utusan dari 9 Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) sebanyak 27 orang.

Masing-masing PRIM mengirim 3 utusan. Adapun peserta yang mempunyai hak memilih sebanyak 200 orang.

Menurut Sekretaris PCIM Malaysia Sulton Kamal, prinsip azasnya adalah dipilih dari mereka yang selama ini telah aktif dan memahami perjuangan PCIM Malaysia.

Sedangkan di ruang sidang yang lain, PCIA dengan total semua peserta berjumlah 66 orang akan memilih 7 orang dari 25 calon formatur.

Acara yang di gelar di World Trade Centre Kuala Lumpur (WTCKL) itu juga dihadiri oleh Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya Kedutaan Besar RI (KBRI) Kuala Lumpur Yoshi Iskandar, Koordinator Fungsi Konsuler dan Protokoler KBRI Kuala Lumpur Rijal Al Huda, Ketua PDM Lamongan Shodikin, dan anggota DPRD Lamongan Husnul Aqib.

Pewarta: Virna P Setyorini
Editor: Bayu Prasetyo
COPYRIGHT © ANTARA 2023

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar