Dokter ingatkan serat tak hanya bisa didapatkan dari buah dan sayur

Dokter ingatkan serat tak hanya bisa didapatkan dari buah dan sayur

Ilustrasi buah dan sayur sebagai sumber serat (Pixabay)

Jakarta (ANTARA) - Pakar gizi klinik dr Juwalita Surapsari, Sp.GK mengingatkan orang-orang bahwa asupan serat tak hanya bisa didapatkan dari konsumsi buah dan sayur tetapi juga sumber lain semisal karbohidrat.

Baca juga: Kemenkes: Berikan anak porsi makan sesuai kelompok usianya

"Selain sayur dan buah yang memang wajib, tetapi kita bisa juga bisa menambahkannya dari pilihan karbohidrat yang benar," ujar dia dalam acara "Offline Media Gathering: Tokopedia dan Ahli Gizi Bicara Tren Makanan Kekinian nan Sehat" di Jakarta, Selasa.

Juwalita yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia itu juga mengatakan, konsumsi protein nabati dapat meningkatkan asupan serat karena di dalam sumber protein nabati terdapat pula serat.

"Kacang-kacangan kan sumber protein nabati, tetapi juga punya serat," kata dia yang juga menuturkan pentingnya asam amino dalam protein nabati harus saling melengkapi.

Baca juga: Orangtua diajak terapkan "Isi Piringku" untuk penuhi gizi anak

Asupan sumber serat diketahui bermanfaat dalam penurunan berat badan seseorang. Sebuah studi dalam Journal of Nutrition yang dipublikasikan tahun 2021 menemukan, peningkatan asupan serat membantu subjek penelitian menurunkan berat badan secara independen dari faktor lain dalam diet mereka.

Sebuah studi tahun 2018 dalam jurnal Nutrition juga menemukan bahwa ketika subjek hanya berfokus pada peningkatan jumlah serat dan protein tanpa lemak dalam makanan mereka, mereka makan sedikit kalori dan akibatnya berat badan pun turun.

Namun, ini tak berarti konsumsi sumber serat khususnya dari buah dan sayur harus didahulukan ketimbang makanan lain, demi membantu menurunkan berat badan.

Menurut Juwalita, sebuah studi di Malaysia menyatakan tak ada efeknya untuk penurunan berat badan apabila seseorang mendahulukan konsumsi buah ketimbang makanan lain dalam menu dietnya.

"Sejujurnya tidak berpengaruh. Jadi kita mau makan yang mana dulu, sebenarnya Tuhan sudah menciptakan saluran cerna kita siap," kata dia.

Juwalita juga mengingatkan, buah dan sayur yang dikonsumsi dalam kondisi mentah memungkinkan mengandung nilai gizi yang masih optimal atau utuh.

"Intinya setiap makanan yang kita makan dalam kondisi masih fresh itu bisa dibilang nilai gizinya optimal. Buah dan sayur dalam kondisi masih mentah nilai gizinya masih utuh," tutur dia.

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2023

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar