DPR harap TVRI dan RRI tak gaungkan konten yang rendahkan martabat

DPR harap TVRI dan RRI tak gaungkan konten yang rendahkan martabat

Tangkapan layar saat Anggota Komisi I DPR RI Christina Aryani memberikan pandangan dalam rapat dengar pendapat dengan LPP TVRI dan LPP RRI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, dipantau melalui tayangan streaming, Selasa (24/1/2023). (ANTARA/Fathur Rochman)

Saya harap TVRI dan RRI tidak menggaungkan hal-hal dehumanisasi
Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi I DPR RI Christina Aryani berharap lembaga penyiaran publik (LPP) Televisi Republik Indonesia (TVRI) dan LPP Radio Republik Indonesia (RRI) tidak menggaungkan hal-hal yang merendahkan harkat dan martabat manusia.

"Saya harap TVRI dan RRI tidak menggaungkan hal-hal dehumanisasi, merendahkan martabat manusia," ujar Christina dalam rapat dengan pendapat antara LPP TVRI dan LPP RRI dengan Komisi I DPR di Jakarta, Selasa.

Christina mengatakan saat ini terdapat fenomena mengemis daring yang dilakukan masyarakat melalui platform digital seperti TikTok.

Baca juga: KPI: Televisi harus selektif pilih muatan program dari konten viral

Menurut dia, cara-cara mengemis daring yang dilakukan tergolong telah merendahkan harkat dan martabat manusia, seperti lansia yang mandi lumpur dan lain sebagainya.

Untuk itu, dia meminta kepada LPP TVRI dan RRI untuk mengambil peran dalam mengembalikan martabat Indonesia sebagai bangsa yang beradab.

"Jadi bapak-bapak dan ibu-ibu di sini punya peran penting untuk bagaimana mengembalikan martabat bangsa sebagai bangsa yang beradab," ucap Christina.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama LPP TVRI Iman Brotoseno memastikan bahwa pihaknya tidak akan menyiarkan hal-hal yang melecehkan kemanusiaan maupun merendahkan harkat dan martabat manusia, baik di siaran terestrial maupun di media sosial.

"Nanti Ibu bisa cek di TikTok kami, di Instagram kami, kami tidak pernah melakukan hal-hal yang melecehkan kemanusiaan dan seperti bagaimana yang kita lihat di berbagai platform. Saya rasa ini komitmen kami untuk menjaga itu semua, termasuk dalam penyiaran di terestrial juga," kata dia.

Hal senada juga disampaikan Dirut LPP RRI Hendrasmo. Dirinya sepakat untuk tidak menyiarkan isu-isu yang mendehumanisasi dan lebih mengedepankan isu yang mengangkat martabat manusia.

"Kami sepakat sekali untuk tidak terjebak kepada isu-isu yang mendehumanisasi dan mengedepankan martabat kemanusiaan. Kita akan concern sekali," kata dia.

Baca juga: Kemenkominfo gunakan SE Mensos dasar hapus konten mengemis daring

Baca juga: Kemenkominfo minta platform digital hapus konten "mengemis daring"

Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2023

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar