Inflasi Australia melonjak lagi, bakal banyak kenaikkan suku bunga

Inflasi Australia melonjak lagi, bakal banyak kenaikkan suku bunga

Arsip foto - Siluet orang-orang di Sydney Opera House saat matahari terbenam di Australia (2/11/2016). ANTARA/REUTERS/Steven Saphore/aa.

Sydney (ANTARA) - Inflasi Australia melonjak ke level tertinggi 33 tahun pada kuartal terakhir karena melonjaknya biaya perjalanan dan listrik, hasil mengejutkan yang menambah kasus bagi bank sentral negara itu untuk menaikkan suku bunga lagi bulan depan.

Investor dengan tajam mempersempit peluang Bank Sentral Australia (RBA) menaikkan suku bunga sebesar seperempat poin menjadi 3,35 persen ketika bertemu pada 7 Februari, mengirim dolar lokal naik ke level tertinggi lima bulan di 0,7085 dolar AS.

Para analis memperkirakan ada kemungkinan RBA bahkan akan menghentikan kampanye pengetatannya, tetapi laju inflasi yang tinggi membuat hal itu tak mungkin.

"Sementara ini diperkirakan akan menjadi puncak inflasi dalam siklus ini, komunikasi hawkish RBA mengarahkan kami untuk mengharapkan kenaikan suku bunga lagi pada Februari, dengan kenaikan lain yang kemungkinan akan menyusul pada Maret," kata Kepala Riset Ekonomi Makro BIS Oxford Economics, Sean Langcake.

Data dari Biro Statistik Australia pada Rabu menunjukkan Indeks Harga Konsumen (IHK) melonjak 1,9 persen pada kuartal Desember, melampaui perkiraan pasar sebesar 1,6 persen.

Tingkat inflasi tahunan naik menjadi 7,8 persen dari 7,3 persen, tertinggi sejak 1990 dan lebih dari dua kali laju pertumbuhan upah. Untuk Desember saja, IHK naik secara mengejutkan sebesar 8,4 persen dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu, naik dari 7,3 persen pada November.

Kenaikan harga berbasis luas dengan ukuran inflasi inti yang diawasi ketat, rata-rata yang dipangkas, naik 1,7 persen pada kuartal Desember. Laju tahunan dipercepat menjadi 6,9 persen, jauh di atas perkiraan 6,5 persen.

Baca juga: Inflasi Australia catat rekor tertinggi dalam 32 tahun

Tekanan biaya-biaya juga meningkat di sektor jasa-jasa yang mencatat kenaikan tahunan terbesar sejak 2008, didorong oleh perjalanan liburan, makan di luar, dan makanan dibawa pulang.

Perjalanan adalah salah satu penyebab biaya utama pada kuartal Desember dengan harga untuk liburan domestik melonjak 13 persen dan tamasya ke luar negeri naik hampir 8,0 persen.

"Permintaan yang kuat, terutama selama periode liburan Natal, berkontribusi pada kenaikan harga untuk perjalanan liburan domestik dan tarif penerbangan internasional," kata Kepala Statistik Harga ABS, Michelle Marquardt.

"Peningkatan yang terlihat untuk perjalanan domestik dan internasional jauh lebih tinggi daripada pergerakan kuartal Desember yang bersejarah."

Dengan tekanan inflasi semakin meluas, pasar bergerak memperkirakan risiko setidaknya dua kenaikan suku bunga lagi dari RBA dengan swap menyiratkan puncak di atas 3,60 persen.

Kontrak berjangka untuk obligasi tiga tahun berbalik tajam menjadi turun 3 poin menjadi di 96,910, telah naik setinggi 97,090 sebelum data IHK.

Baca juga: Bank sentral Australia pertimbangkan stop kenaikan suku bunga
Baca juga: Australia pangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi, belanja konsumen turun

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2023

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar