Serbia merupakan negara yang bangkit setelah perang dan potensi pasarnya meliputi kawasan bekas negara Yugoslavia dan Eropa Timur."
Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Perdagangan mengkonsentrasikan komoditas pertanian untuk diekspor ke pasar Serbia dalam usaha menjajaki pasar non-tradisional.

"Neraca perdagangan Indonesia dengan Serbia masih surplus walaupun jumlahnya kecil," kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Deddy Saleh, dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa.

Kementerian Perdagangan mencatat nilai perdagangan antara Indonesia dengan Serbia pada 2011 mencapai lebih dari 56 juta dolar AS atau meningkat 52,37 persen dibandingkan nilai perdagangan pada 2010 sebesar lebih dari 36 juta dolar AS.

"Serbia merupakan negara yang bangkit setelah perang dan potensi pasarnya meliputi kawasan bekas negara Yugoslavia dan Eropa Timur," kata Deddy.

Deddy mengatakan Serbia menunjukkan minat terhadap komoditas pertanian Indonesia dalam forum bisnis yang diselenggarakan di Beograd 26-27 September.

Dalam forum bisnis itu, Kementerian Perdagangan mengajak sejumlah perusahaan penghasil produk hasil pertanian seperti perusahaan minyak kelapa sawit, kakao, kopi, dan produk makanan jadi.

Komoditas ekspor andalan Indonesia ke Serbia antara lain karet mentah, bahan kimia organik, alas kaki, garmen dan aksesori pakaian, mesin listrik dan produk perikanan.

Ekspor Indonesia ke Serbia pada tahun 2011 sebesar 51.050.000 dolar AS, meningkat 42,12 persen dibandingkan dengan tahun 2010 yang sebesar 35.910.000 dolar AS.

Sementara, impor Indonesia dari Serbia pada tahun 2011 sebesar 5.190.000 dolar AS, meningkat 390,73 persen bila dibandingkan dengan tahun 2010 yang sebesar 1,06 juta dollar AS.

(I026)

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2012