Kemendag dorong UKM ekspor rendang ke Belanda

Kemendag dorong UKM ekspor rendang ke Belanda

Ilustrasi - Makanan rendang asal Minang (FOTO ANTARA/Arif Pribadi)

Saat ini saja di Belanda ada sekitar 1.500 restoran yang menyajikan masakan Asia, yang 30 persennya merupakan restoran dengan masakan Indonesia.
Jakarta (ANTARA News) - Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan pihaknya berupaya mendorong pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) bidang kuliner untuk mengekspor makanan olahan rendang ke Belanda.

"Saat ini saja di Belanda ada sekitar 1.500 restoran yang menyajikan masakan Asia, yang 30 persennya merupakan restoran dengan masakan Indonesia. Artinya makanan khas kita cukup kuat untuk pasar kuliner di sana," kata Bayu seusai memberikan penghargaan kepada pemenang UKM Pangan Award 2012 di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu.

Dengan potensi menembus pasar kuliner Eropa yang menjanjikan itu, kata Bayu, maka Kemendag mengapresiasi para UKM yang mulai melakukan inovasi dalam industri kuliner seperti pengemasan produk "Bumbu Rendang UD Gerak Tani" dan makanan olahan siap saji "Rendang Daging ASESE".

"Kami mendorong dunia usaha untuk melakukan upaya pemberian nilai tambah terhadap produk kuliner ini, memang nantinya potensi ekspor rendang ini tidak terlalu signifikan secara nilai, tetapi perlu diingat bahwa ekspor itu bukan sesuatu yang bisa terwujud dalam satu hari," kata Bayu.

Jika sukses menembus pasar Belanda, maka selanjutnya Bayu juga mendorong agar makanan khas Indonesia itu bisa menembus pasar kuliner Afrika Selatan.

"Di Afrika Selatan ada sekitar 1,5 juta warga keturunan Indonesia yang suka dengan rasa rendang yang khas, itu juga menjanjikan," katanya.

Namun, Bayu mengingatkan bahwa untuk menembus pasar ekspor maka UKM bidang kuliner harus mampu menjaga kualitas produknya serta melakukan pengemasan demi meningkatkan daya saingnya.

Wacana untuk mempromosikan rendang sendiri sebetulnya bukan hal yang baru karena pakar kuliner asal Indonesia, William Wongso, sempat mengungkapkan niatnya untuk membuka restoran rendang di negeri kincir angin itu.

Upaya Indonesia sendiri dalam mengekspor makanan khas tersebut juga akan mendapat tantangan dari produk rendang yang diproduksi Malaysia, yang sudah terlebih dahulu mengekspor "Rendang Malaysia" ke pasar Eropa.

(P012/M026)

Editor: Ella Syafputri
COPYRIGHT © ANTARA 2012

Melestarikan Pasar Tradisional Zaman Belanda

Komentar