Jakarta (ANTARA) - Salernitana mengakhiri puasa kemenangan selama tujuh laga berturut-turut berkat keberhasilan mereka memecundangi Lecce 2-1 pada pertandingan Liga Italia yang dimainkan di Stadio Comunale Via del Mare, Lecce, Sabtu dini hari WIB.

Boulaye Dia membuka keunggulan Salernitana lewat golnya saat pertandingan baru berusia lima menit, sebelum Tonny Vilhena mencetak gol kedua tim tamu pada menit ke-20. Lecce baru mampu memperkecil ketertinggalan melalui gol Gabriel Strefezza pada menit ke-23.

Hasil tersebut mendongkrak Salernitana ke posisi ke-14 dengan 21 poin, sedangkan kekalahan kedua berturut-turut membawa Lecce turun ke posisi ke-15 dengan 20 poin, demikian catatan laman resmi Liga Italia.

Tuan rumah Lecce dikejutkan dengan gol cepat Dia. Kesalahan pemain bertahan Lecce saat berusaha membuang bola dari penguasaan Antonio Candreva, membuat bola justru jatuh ke penguasaan Dia, yang tanpa mengontrolnya langsung melepaskan sepakan keras berbuah gol dari tepi kotak penalti.

Tidak lama berselang Junior Sambia melihat kiper Lecce Wladimiro Falcone berada agak keluar garis gawang, dan ia melepaskan sepakan lob dari jarak jauh yang kemudian masih dapat ditepis sang kiper.

Lecce gagal memaksimalkan kesalahan Emil Bohinen, dan sepakan Samuel Umtiti hanya mengarah ke sisi gawang. Namun Salernitana semakin tajam setelah sempat melakukan kecerobohan. Umpan terobosan Dia awalnya ditujukan kepada Candreva, yang meloloskannya kepada Vilhena untuk dengan mudah dikonversi menjadi gol kedua.

Baca juga: Juve terancam denda 50 juta euro, pemain berisiko dilarang bermain

Tidak lama kemudian Lecce memperkecil ketertinggalan. Giuseppe Pezzela mengirim bola kepada Strefezza dari sisi kiri. Sentuhan pertama Strefezza tidak begitu baik, namun ia menebusnya dengan keberhasilan menaklukkan kiper Guillermo Ochoa.

Setelah turun minum, Dia hampir mencetak gol keduanya ketika tembakan Krzystof Piatek mengenai lututnya. Namun ia telah lebih dahulu berada dalam posisi offside.

Beberapa peluang berikutnya kemudian didapat kedua tim, baik melalui sundulan Federico Di Francesco yang mengarah ke Ochoa di kubu Lecce, serta sepakan Candreva yang mengenai mistar gawang. Namun skor 2-1 untuk keunggulan tim tamu bertahan sampai peluit panjang berbunyi.

Bologna pecundangi Spezia

Pada pertandingan yang dimainkan sebelumnya, pemain sayap Bologna Riccardo Orsolini tampil gemilang untuk membawa timnya memecundangi Spezia dengan skor 2-0.

Bologna membuka keunggulan pada menit ke-37, saat Orsolini menerima umpan silang dari Andrea Cambiaso, untuk diteruskan kepada Stefan Posch yang melesakkan bola ke gawang tim tamu dari jarak dekat, pada pertandingan yang dimainkan di Stadion Renato Dall'Ara, Bologna.

Memasuki menit ke-70, gawang Spezia kembali kemasukan saat Joshua Zirkzee mengirimkan bola untuk diselesaikan Orsolini. Namun dari tinjauan Semi-Automatic Offside Technology, kedapatan bahwa Roberto Soriano telah berada dalam posisi offside dalam proses terjadinya gol, sehingga gol itu tidak disahkan.

Tetapi pada menit ke-77, Orsolini benar-benar mencatatkan namanya di papan skor, saat ia berlari mengejar umpan kiriman Nico Dominguez, dan dengan tenang mengarahkan bola ke sudut atas gawang tanpa dapat dihentikan kiper Bartlomiej Dragowski.

Kemenangan ini membawa Bologna naik ke posisi kesembilan dengan 26 poin dari 20 pertandingan. Sedangkan kekalahan kedua beruntun bagi Spezia membuat mereka tertahan di posisi ke-16 dengan 18 poin.

Baca juga: AC Milan dihajar Lazio empat gol tanpa balas
Baca juga: Inilah resep dominasi Napoli pada Liga Italia musim ini

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2023