Jakarta (ANTARA) - Produsen kendaraan listrik (EV) BYD berencana menginvestasikan 1,2 miliar dolar AS (Rp18,2 triliun) untuk membangun pabrik baterai di China, menurut pengajuan penilaian lingkungan, seperti dikutip dari Reuters, Selasa.

FinDreams Technology, unit baterai perusahaan China tersebut, bertujuan untuk membangun fasilitas dengan kapasitas untuk menghasilkan 40 gigawatt jam per tahun Baterai Blade di kota Zhengzhou di provinsi Henan.

Hal tersebut diketahui dari pengajuan lingkungan yang dipublikasikan di situs web pemerintah Zhengzhou pada Jumat (10/2) untuk mencari umpan balik publik tentang proyek tersebut.

Seorang juru bicara perusahaan tidak dapat segera mengomentari masalah tersebut ketika dihubungi oleh Reuters.

Blade Battery BYD adalah baterai lithium-iron-phosphate (LFP) yang tidak terlalu besar, yang menurut Ketua Wang Chuanfu lebih aman daripada alternatif lain di pasar dan tidak akan terbakar.

Baterai tersebut telah menggerakkan mobil listrik terlaris BYD seperti sedan Han dan Seal yang bersaing dengan Model 3 Tesla di China.

Baca juga: BYD dan UzAuto akan produksi kendaraan "plug-in hybrid" di Uzbekistan

Baca juga: BYD debut di Tokyo Auto Salon jelang masuk ke pasar Jepang

Baca juga: Sedan listrik BYD Steal akan meluncur di pasar India
Pewarta:
Editor: Satyagraha
Copyright © ANTARA 2023