Jayapura (ANTARA) - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Papua berharap adanya kolaborasi bersama  pemerintah daerah di seluruh Tanah Papua dalam upaya menghidupkan kembali pariwisata sehingga okupansi hotel dapat meningkat dan PAD Papua juga bertambah.

"Kolaborasi bersama ini sangat penting dilakukan untuk memajukan dunia pariwisata di Tanah Papua. Kini okupansi hotel kami mengalami penurunan hingga 20 persen pada Januari 2023, sehingga PHRI sangat berharap adanya kolaborasi bersama menghidupkan pariwisata,” kata  Ketua PHRI Papua Abdul Rajab di Jayapura, Rabu.

Pariwisata di Tanah Papua, katanya  tidak kalah bersaing dengan yang ada di daerah lain, sehingga sudah seharusnya  kolaborasi bersama terus dioptimalkan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Adriana Helena Carolina mengatakan berdasarkan data yang dihimpun Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang selama Januari 2023 mencapai 26,67 persen atau turun sebesar 12,39 poin dibanding Desember 2022 yang sebesar 39,06 persen.

“Sementara TPK Hotel Non Bintang juga mengalami penurunan mencapai 17,98 persen atau 4,44 poin dibanding Desember 2022 yang sebesar 22,42 persen,” katanya.

Menurut Adriana, rata-rata Lama Menginap Tamu (RLMT) di hotel bintang pada Januari 2023 mencapai 1,60 hari atau turun sebesar 0,11 poin dibanding Desember 2022 yang sebesar 1,71 hari. Sementara RLMT Hotel Non Bintang pada Januari 2023 mencapai 1,62 hari atau naik sebesar 0,11 poin dibandingkan Desember 2022.“TPK adalah perbandingan antara banyaknya malam kamar yang dihuni dengan banyaknya malam kamar tersedia,” katanya.

Pewarta: Qadri Pratiwi
Editor: Guido Merung
Copyright © ANTARA 2023