Astana (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum Kazakhstan (CEC) akan menyediakan surat suara bertuliskan huruf Braille agar warga tunanetra dapat menggunakan hak pilih mereka dalam pemilihan parlemen pada Minggu (19/3).

Selain itu, surat suara versi audio juga akan disediakan dan dilengkapi dengan daftar kandidat anggota majelis rendah tersebut, demikian disampaikan anggota CEC, Schegortsova Anastassiya, saat konferensi pers di Astana, Sabtu.

Kazakhstan pada Minggu akan menggelar pemilihan anggota majelis rendah (Mazhilis), serta anggota badan perwakilan daerah (maslikhats), yang hasilnya diharapkan pemerintah menyokong transisi ke model politik baru di tengah upaya Presiden Kassym-Jomart Tokayev mendorong kemajuan reformasi.

Anastassiya juga menyampaikan bahwa perwakilan komisioner hak asasi manusia memeriksa kesiapan tempat-tempat pemungutan suara dalam memfasilitasi para penyandang disabilitas untuk memastikan mereka dapat menggunakan hak pilih.

Ada tujuh partai politik yang akan berpartisipasi pada pemilu 19 Maret.

Mereka adalah partai AMANAT, Partai Patriotik Demokratik Rakyat Auyl, Partai Republika, Partai Rakyat Kazakhstan, Partai Baitak, Partai Demokratik Ak Zhol Kazakhstan, dan Partai Social Demokratik Nasional.

Pemilihan kali ini mengusung beberapa aturan baru, antara lain bahwa partai-partai yang bersaing diharuskan memenuhi kuota 30 persen kandidat perempuan, pemuda, serta penyandang berkebutuhan khusus untuk tingkat legislatif dalam pembagian mandat anggota parlemen.

Selain itu, ambang batas partai untuk masuk Mazhilis dikurangi dari tujuh menjadi lima persen sehingga memudahkan partai oposisi untuk masuk ke parlemen.

Model campuran proporsional-mayoritas akan digunakan untuk pertama kalinya sejak 2004 dalam pemilihan Mazhilis. Artinya, 70 persen wakil akan dipilih secara proporsional dari daftar partai dan 30 persen oleh pemerintahan mayoritas dari distrik beranggota tunggal.

Baca juga: Kazakhstan, menjelang tonggak penting

Dengan demikian, 29 dari 98 anggota Mazhilis akan dipilih di daerah pemilihan mandat tunggal, sedangkan 69 lainnya akan dipilih dari daftar partai di bawah model perwakilan proporsional dari satu daerah pemilihan nasional.

Selain itu, surat suara akan menyediakan pilihan “menentang semua”. Para pemilih bisa menconteng opsi tersebut jika tidak setuju dengan semua kandidat.

Sementara itu, Wakil Ketua CEC Konstantin Petrov, di Astana pada Sabtu, menyebutkan pemilu kali ini untuk pertama kalinya menerapkan aturan pembatasan jumlah sumbangan dana pemilu.

Pemilu dini pada 19 Maret ditetapkan setelah Presiden Tokayev pada 19 Januari membubarkan Mazhilis.

Pemilihan parlemen tersebut merupakan yang pertama kalinya digelar sejak kerusuhan maut di Kazakhstan pada Januari 2022, yang menimbulkan lebih dari 200 korban jiwa.

Baca juga: Kedubes: Pemilu di Kazakhstan akan unik dalam banyak hal
Baca juga: Pemilu akan menandai tonggak penting demokrasi di Kazakhstan
Baca juga: Kazakhstan gelar pemilu setahun setelah kerusuhan maut

Pewarta: Tia Mutiasari
Editor: Atman Ahdiat
Copyright © ANTARA 2023