Shusha (ANTARA) - Sejumlah aktivis pegiat lingkungan Azerbaijan masih melakukan unjuk rasa damai hingga hari ke 107 di Jalan Lachin-Khankendi, dekat kota Shusha, Azerbaijan, Selasa.

Aksi tersebut terus dilakukan untuk memprotes adanya kegiatan penambangan sumber daya mineral yang dilakukan oleh Armenia. Menurut para aktivis, kegiatan tersebut adalah eksploitasi ilegal.

Sebelumnya, Pemerintah Azerbaijan melalui tim ahli dari Kementerian Lingkungan dan Sumber Daya Alam, Kementerian Ekonomi, dan Azergold CJSC berniat untuk melakukan pemantauan awal terhadap eksploitasi sumber daya mineral tersebut, beserta kemungkinan dampak lingkungan yang ditimbulkan terhadap tanah di Azerbaijan.

Tim ahli tersebut pada awalnya hendak memeriksa kondisi lingkungan di tambang emas Gizilbulagh dan tambang tembaga Damirli.

Selain pertambangan, tim tersebut juga berencana memantau sejumlah wilayah, membuat laporan properti kadaster, serta menilai potensi risiko dan ancaman terhadap lingkungan, termasuk terhadap sumber air baik di bawah tanah maupun di permukaan.

Rencana tersebut dibuat setelah adanya pembicaraan antara Azerbaijan dengan Komando Pasukan Penjaga Perdamaian Rusia pada 3 dan 7 Desember tahun lalu.

Namun, rencana pemantauan dan pemeriksaan tersebut akhirnya batal terlaksana akibat adanya gangguan dan provokasi yang diterima tim tersebut setibanya di lokasi pemantauan.

Pasukan penjaga perdamaian Rusia yang mengiringi tim tersebut dianggap melakukan hal yang tidak diperlukan hingga berujung pada batalnya proses pemantauan tersebut.

Sumber: TREND-OANA

Penerjemah: Tegar Nurfitra
Editor: Bayu Prasetyo
Copyright © ANTARA 2023