Facebook ujicoba layanan pesan berbayar

Facebook ujicoba layanan pesan berbayar

Facebook (ANTARA News/istimewa)

Jakarta (ANTARA News) - Facebook mengumumkan tengah menguji coba layanan pesan berbayar untuk pengiriman beberapa jenis pesan tertentu melalui melalui jejaring sosialnya, sebagai upaya perusahaan mencari sumber pendapatan baru.

"Hari ini kita memulai percobaan kecil untuk menguji kegunaan sinyal-sinyal ekonomi untuk menentukan relevansi," kata Facebook dalam pernyataannya, Kamis (Jumat WIB).

Ujicoba itu akan memberikan sebagian kecil orang pilihan untuk membayar atas pesan yang dikirimkan ke Inbox pengguna lain yang bukan temannya dan tidak masuk ke folder lain meskipun penerimanya bukan orang yang terhubung dengannya, kata Facebook.

Sampai saat ini, sistem perpesanan Facebook dirancang untuk pesan paling relevan ke dalam Inbox pengguna, dan yang tidak relevan masuk ke kotak folder lain, seperti spam.

Facebook menggunakan sinyal-sinyal pada pesan untuk menentukan relevansi itu. Facebook menggunakan algoritma untuk mengindentifikasi spam dan menggunakan sinyal koneksi dalam jejaring sosial seperti hubungan pertemanan untuk membantu menentukan relevansi.

Beberapa komentator dan peneliti mencatat bahwa mengenakan biaya untuk pengiriman mungkin cara yang paling efektif untuk mencegah pesan yang tidak diinginkan dan memfasilitasi pengiriman pesan yang relevan dan berguna, kata Facebook.

Dengan layanan perpesanan berbayar yang ditawarkan Facebook itu, seseorang dapat mengirimkan pesan ke orang lain yang tidak berteman dengannya atau mengirimkan iklan kesempatan kerja kepada orang lain yang bukan temannya.

"Anda dapat menggunakan fitur ini untuk mencapai Inbox mereka," kata Facebook.

Seorang juru bicara Facebook, sebagaimana dikutip Reuters mengatakan, bahwa biaya yang akan dikenakan untuk layanan itu sekitar 1 dolar per pesan, meskipun perusahaan tengah mengkaji biaya yang paling optimum.

(*)

Pewarta: Suryanto
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2012

Hoaks atau Benar - Facebook dukung Vaksin COVID-19? Thamrin City dijarah?

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar