Mobil Listrik Tucuxi jalani tes jalan Solo-Surabaya

Mobil Listrik Tucuxi jalani tes jalan Solo-Surabaya

Dahlan Iskan (berbaju putih) didampingi Ki Manteb Sudarsono (kiri berbaju hitam) membasuh kendaraannya ruwatan mobil listrik Tucuxi sebelum uji pengendaraan (test ride) Solo-Surabaya, di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (5/1). (ANTARA/Andika Betha)

"Saya harus percaya dulu."
Solo (ANTARA News) - Mobil listrik ala "Ferari", Tucuxi, milik Dahlan Iskan menjalani tes menempuh jalan jarak jauh dari Jalan Kebangkitan Nasional di Solo, Jawa Tengah, menuju Surabaya, Jawa Timur, Sabtu.

Tucuxi yang dikemudikan Dahlan Iskan, yang Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), itu senilai sekira Rp1,5 miliar jika diproduksi massal dengan kekuatan baterai diharapkan dapat menempuh perjalanan dari Solo menuju Surabaya melintasi Tawangmangu-Magetan dengan medan tanjakan di ketinggian sekitar 1.305 meter di atas permukaan air laut.

Dahlan akan menempuh jarak sekira 400 kilometer yang diharapkan ditempuh sekira empat jam perjalanan, sedangkan pengisian listrik yang sudah dilakukan membutuhkan waktu lima hingga enam jam.

Tucuxi tersebut rancangan Danet Suryatama yang dikerjakan rumah bengkel modifikasi Kupu Kupu Malam di Yogyakarta pada 2012. Mobil Tucuxi mempunyai kemampuan setara dengan mobil berbahan bakar BBM kapasitas 3.500 cc.

Sebelum menempuh perjalanan Solo-Surabaya, Dahlan menyerahkan kendaraan warnanya kepada dalang kondang Ki Manteb Sudarsono guna menjalani upacara tradisional ruwatan untuk tolak bala dengan dimandikan air bunga.

Menurut Ki Manteb Sudarsono, dirinya baru pertama kali melakukan upacara tolak bala untuk mobil baru. Dirinya sebelumnya lebih sering meruwat orang, agar terhindar dari kesialan dibandingkan benda.

Ki Manteb melakukan ritual tolak bala dengan memandikan mobil berwarna merah tersebut menggunakan air kembang tujuh rupa dan air yang diambil dari empat sumber mata air.

"Air yang digunakan untuk memandikan mobil ini diambil dari sumber air di empat penjuru mata angin, yakni selatan, barat, timur, dan utara di Kota Solo," katanya.

Dahlan mengemukakan bahwa Tucuxi diambil dari nama jenis makhluk hidup sehingga dilakukan upacara tradisional ruwatan.

Menurut dia, kenapa dilakukan sangat serius terhadap mobil produk anak bangsa ini, karena banyak orang mengira dirinya hanya humor saja.

"Hal ini dikira hanya humor saya bahwa mobil modern, tetapi prosesinya tradisional sekali," katanya.

Menurut dia, dengan prosesi tolak bala tersebut agar ke depan tidak ada muncul fitnah dengan diproduksinya mobil Tucuxi ini.

"Saya menganjurkan agar menonton film berjudul `Who kills Electric Car`. Dari situ akan ketahuan siapa yang tidak suka mobil listrik hadir," katanya.

Dahlan Iskan menjelaskan, belanja negara untuk subsidi BBM mencapai Rp200 triliun lebih, hanya untuk dibakar. Hal itu, belum akibat pembakaan BBM yang mengganggu kesehatan manusia karena polusi.

Menurut dia, akibat pembakaran BBM dampaknya sangat luar bagi kualitas lingkungan. Siapapun presidennya, menurut dia, dari dahulu higga sekarang selalu direpotkan soal BBM.

"Jika ada kemauan kuat untuk mengganti BBM dengan listrik ini. Saya sudah mencoba kreasi putra bangsa, yakni mobil Ahmad dengan mengendarainya sejauh 1.000 kilometer," katanya.

Ia menimpali, "Saya mengendarai sendiri karena mobil sebelum buat orang lain percara. Saya harus percaya dulu," katanya.

Dalam perjalanan dari Solo ke Surabaya, Dahlan berencana beristirahat rumah keluarganya di Pondok Santri Modern (PSM) Takeran, Magetan, pada Sabtu malam. Setelah itu, ia mengendarai Tucuxi melanjutkan perjalanan ke Surabaya. (*)

Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar