Pati (ANTARA) - Sebanyak dua desa di Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Selasa (8/1), dilanda banjir bandang yang mengakibatkan sejumlah rumah dan Jalan Pati-Purwodadi terendam air.

Seorang warga Desa Kayen, Kecamatan Kayen, Pati, Supriyanto, di Pati, mengatakan banjir bandang melanda dua desa tersebut sekitar pukul 17.30 WIB. Dua desa itu adalah Kayen dan Trimulyo.

"Banjir terparah terjadi di Desa Trimulyo," katanya.

Bencana itu, karena air hujan dari daerah pegunungan seperti di Desa Slungkep dan Sumbersari tidak bisa terserap ke tanah secara optimal, sehingga langsung turun ke dataran rendah dan mengakibatkan banjir bandang.

Arus lalu lintas sempat terganggu karena ketinggian genangan yang mencapai 40 centimeter. Genangan air di perkampungan mengakibatkan puluhan rumah terendam hingga ketinggian sekitar 30 centimeter.

Pengguna jalan yang nekat melintas dengan kondisi jalan tergenang banjir harus menerima risiko kendaraannya macet.

Sejak beberapa tahun terakhir, katanya, wilayah Kayen sering dilanda banjir bandang.

Ia menduga banjir bandang karena banyaknya penebangan pohon di wilayah hutan, sehingga daya serap air hujan semakin berkurang.

Selain itu, kata dia, aktivitas penambangan di wilayah Pegunungan Kendeng juga turut menjadi penyebab banjir bandang.

Kondisi tersebut, katanya, diperparah dengan saluran air di sepanjang jalan tidak berfungsi secara normal karena kurangnya perawatan.

Pada November 2012, Desa Sukolilo, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, juga dilanda banjir bandang.

Beberapa rumah, masjid, dan sekolah terendam, serta dua jembatan rusak.

Ratusan rumah di lima desa di Kayen sempat terjadi bencana serupa pada awal 2012.

Banjir bandang saat itu, karena meluapnya air Sungai Mangin Kanan dan Kiri yang tidak mampu menampung debit air dari kawasan Pegunungan Kendeng.

Sebanyak lima desa tersebut, yakni Sumbersari, Slungkep, Kayen, Srikaton, dan Trimulyo.
(KR-AN/M029)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2013