Wali Kota Semarang berharap PSIS hanya satu

Kita akan mendukung yang sudah jalan saja. Kalau masih coba-coba buat tandingan lebih baik tidak karena hasilnya tidak akan baik. Tetapi, kalau memang nantinya prestasinya baik, silakan saja,"
Semarang (ANTARA News) - Pelaksana Tugas Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi berharap klub PSIS hanya satu.

Hal itu dikatakan Hendrar Prihadi kepada wartawan usai peluncuran tim "Mahesa Jenar" yang berlaga pada Kompetisi Sepak Bola Divisi Utama Liga Indonesia di Semarang, Kamis malam.

"Kita akan mendukung yang sudah jalan saja. Kalau masih coba-coba buat tandingan lebih baik tidak karena hasilnya tidak akan baik. Tetapi, kalau memang nantinya prestasinya baik, silakan saja," katanya menegaskan.

Ia justru mempertanyakan apakah tim PSIS dengan manajemen yang lain itu mempertanyakan soal pemain dan manajemennya. "Apakah mereka sudah punya pemain, lantas manajemennya siapa?," katanya.

Ketika ditanya soal persiapan tim "Mahesa Jenar" yang akan berlaga pada Kompetisi Divisi Utama, 27 Januari 2013, dia mengaku melihat mulai dari terbentuk manajemen hingga perekrutan pemain dan pertandingan uji coba selama ini, tim tersebut hampir terbentuk.

Hanya saja, kata dia, pengurus dan pelatih perlu menutup kelemahan yang ada.

Ia menyatakan optimistis bahwa GM PSIS Ferdinan Hindiarto sudah mengetahui apa yang harus dilakukan supaya benar-benar siap berlaga pada musim kompetisi mendatang.

"Mumpung masih ada waktu, pengurus dan pelatih diharapkan bisa memperbaiki tim dan dikelola dengan baik. Kami berharap supaya semangat ini terus dipertahankan hingga pertandingan mendatang," katanya.

Ia menyatakan perlunya mengembalikan kejayaan PSIS era 1987. "Kita harus mengembalikan kejayaan PSIS era 1987 (saat itu menjadi juara) kemudian pada 1998 (juga menjadi juara)," katanya menegaskan.

Ketika disinggung bentuk dukungan pemerintah Kota Semarang terhadap PSIS, dia mengatakan, dukungan yang diberikan tidak seperti tahun-tahun sebelumnya karena regulasi yang ada.

"Saya kira semua sudah siap tinggal mematangkan permainan tim saja," katanya.

Sementara itu, GM PSIS Ferdinand Hindiarto mengatakan persiapan timnya menuju kompetisi mendatang sudah 90 persen.

Menurut dia, setelah timnya menjalani pertandingan dua kali uji coba di Jatim, pelatih sudah tahu kelemahan dan sisa waktu yang ada tinggal memperbaikinya.

"Berdasarkan hasil evaluasi dua kali pertandingan uji coba kelemahan utama adalah penyelesaian akhir yang masih lemah. Kami berharap sisa waktu ini penyelesaian akhir bisa diperbaiki supaya lebih tajam lagi," katanya.

(H015/M029)

Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Antisipasi konflik antar suporter panser biru bentuk Korwil

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar