"Akibat banjir tersebut sebanyak lima Grapari sempat tutup."
Jakarta (ANTARA News) - Operator seluler PT Telkomsel mengerahkan sekira 50 unit generator listrik (genset) guna memenuhi pasokan listrik sejumlah lokasi menara radio pemancar (base transceiver station/BTS) yang terendam akibat banjir di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta.

"Banjir di Jakarta mengakibatkan sejumlah BTS tidak berfungsi karena aliran listrik PLN padam. Kami mengerahkan genset karena baterai pada BTS umumnya hanya cukup untuk empat jam," kata Direktur Network Telkomsel, Abdus Somad Arief, di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, banjir yang melanda Jakarta sejak Rabu (16/1) berdampak sejumlah BTS Telkomsel ikut terendam sehingga sekira tiga persen dari lokasi BTS Telkomsel tidak bisa melayani pelanggan secara normal.

Namun, Abdus mengemukakan, para teknisi Telkomsel langsung mendatangi lokasi-lokasi BTS dan memastikan bahwa jaringan di wilayah tertentu kembali normal.

"Tidak ada BTS yang rusak, cuma saja sejak PLN memadamkan aliran listrik membuat BTS tersebut tidak berfungsi, namun sesuai teknologi dapat di-cover oleh BTS terdekat," ujarnya.

Direktur Penjualan Telkomsel, Mas`ud Khamid, mengatakan bahwa secara keseluruhan tidak ada gangguan berarti bagi layanan Telkomsel dalam dua hari Jakarta kebanjiran.

"Patut disyukuri semua layanan komunikasi baik voice, data dan Internet Telkomsel tidak terganggu," ujarnya.

Ia menjelaskan, banjir tersebut membuat trafik komunikasi layanan Telkomsel melonjak hingga 18 persen dibanding hari biasanya.

"Kapasitas yang dimiliki Telkomsel masih sangat memadai untuk melayani lonjakan trafik tersebu," katanya.

Saat ini  jumlah pelanggan Telkomsel di DKI Jakarta mencapai sekira 17 juta nomor yang dilayani 54 Grapari.

"Akibat banjir tersebut sebanyak lima Grapari sempat tutup, yaitu di Cengkareng, Fatmawati, Pluit, Mangga Dua dan Pulo Gadung. Akan tetapi untuk keperluan layanan pelanggan langsung dapat diatasi dengan mengerahkan Mobile Grapari," ujarnya.

EGM DCS Barat Telkom, Tri Djatmiko,  menuturkan bahwa layanan telepon tetap (fixed line) juga sempat mengalami gangguan karena padamnya catu daya listrik PLN.

"Sebanyak 40.000 satuan sambungan telepon tetap sempat terganggu di sejumlah wilayah segera diatasi dengan memanfaatkan teknologi Multi Service Access Network (MSAN) atau jaringan layanan multi akses yang mampu berfungsi sebagai gateway menuju inti NGN atau next generation network," ujar Tri.

Dari 25 titik layanan Plasa Telkom, menurut dia, ada dua lokasi, di Kebon Sirih dan Rawa Mangun, sempat terganggu, namun saat ini layanannya sudah normal.
(T.R017/M026)

Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2013