Banjir untungkan tukang ojek Stasiun Manggarai

Banjir untungkan tukang ojek Stasiun Manggarai

Banjir di Pluit (FOTO ANTARA/Jhoni Hutapea)

Jakarta (ANTARA News) - Banjir yang melanda Ibukota Jakarta sejak awal pekan lalu ternyata tidak selalu membawa kerugian, akan tetapi justru membawa berkah bagi sebagian orang seperti yang dilakoni para tukang ojek motor di stasiun Manggarai.

Di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Senin, tarif jasa ojek yang ditawarkan bahkan bisa mencapai ratusan ribu rupiah untuk mengantarkan penumpang tergantung jauh dekat lokasi yang dituju.

Stasiun Manggarai dengan tujuan kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan, para pengojek menawarkan tarif sekitar Rp80.000, tujuan kawasan Sudirman/Thamrin Rp90.000, tujuan Senen Rp60.000, tujuan Tanah Abang sekitar Rp90.000, sedangkan tujuan Gajah Mada para pengojek menawarkan jasa angkutan nonformal tersebut hingga Rp100.000.

Yanto (27), pengojek yang sehari-hari mangkal di depan Stasiun Manggarai mengatakan, tarif yang ditawarkan lebih tinggi dari hari biasanya itu karena banyaknya banyak para karyawan yang benar-benar membutuhkan jasa ojek untuk mencapai tujuan.

"Umumnya yang naik ojek adalah karyawan. Kereta tiba terlambat, sehingga para karyawan butuh alat transportasi yang lebih cepat, sementara angkutan umum saat ini terbatas," kata Yanto.

Akan tetapi ditambahkannya, harga yang ditawarkan bisa kurang karena biasanya terjadi tawar-menawar.

Ia pun mengaku pendapatannya meningkat dari sebelumnya sekitar Rp60.000 per hari, bisa naik menjadi sekitar Rp300.000 per hari.

Banjir yang melanda Jakarta mengakibatkan jalur KRL di Stasiun Sudirman terputus, Stasiun Tanah Abang dan Stasiun Kota pun ikut terendam.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) terpaksa membatasi perjalanan KRL Commuter Line tujuan Tanah Abang dan Stasiun Kota hanya sampai Stasiun Manggarai.

Akibatnya dari kebijakan tersebut, jumlah penumpang KRL yang turun di Stasiun Manggarai melonjak menjadi sekitar 31.000 orang per hari, naik tiga kali lipat dibanding hari normal yang hanya mencapai sekitar 11.000 orang.

Sama halnya dengan ojek perahu di kawasan Pluit dan Muara Karang, banjir juga menjadi sarana bagi sebagian warga untuk mengais rejeki.

Di kawasan ini tarif ojek perahu dipatok bervariasi, mulai dari Rp150.000 bahkan bisa mencapai tarif tertinggi sekitar Rp750.000 per orang.
(R017)

Editor: Ella Syafputri
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Gubernur DKI Jakarta apresiasi warga yang membangun drainase vertikal

Komentar