Meutya Hafid tegaskan tetap di Golkar

Meutya Hafid tegaskan tetap di Golkar

Meutya Hafid (ANTARA/Regina Safri)

Tugas dan posisi saya saat ini sebagai anggota DPR RI belum selesai. Saya ingin fokus menjalankan amanah konstitusi yang diberikan kepada saya,"
Jakarta (ANTARA News) - Anggota DPR RI dari Golkar, Meutya Hafid menegaskan, dirinya tetap di Partai Golkar meskipun ada sejumlah anggota DPR RI dari Golkar pindah ke Partai Nasional Demokrat (NasDem).

Penegasan itu disampaikan Meutya terkait rumor yang beredar bahwa dirinya bakal pindah ke Partai NasDem.

Mantan penyiar televisi swasta itu ingin fokus dan konsentrasi menjalankan amanahnya sebagai anggota DPR RI dari Golkar.

"Tugas dan posisi saya saat ini sebagai anggota DPR RI belum selesai. Saya ingin fokus menjalankan amanah konstitusi yang diberikan kepada saya. Dengan demikian tidak betul dugaan saya pindah partai. Sejak awal saya masuk DPR saya sudah komit. ?Masih tersisa kurang dari satu setengah tahun. Pada sisa waktu yang tidak banyak ini, saya ingin bisa tetap fokus, tidak lagi ada isu ini," kata Meutya kepada ANTARA News, Jakarta, Kamis.

Namun, ia mengakui adanya kedekatan dengan Surya Paloh dan Nasional Demokrat.

"Betul di awal saya ikut membangun ormas Nasional Demokrat yang berdiri 1 Februari 2010, bersama Surya Paloh. Saya sangat menghormati beliau, tidak hanya sebagai mentor juga seperti orang tua saya, dan saya berterima kasih banyak karena dari beliau, saya banyak belajar," ungkap dia.

Terkait dengan pencalegan 2014, dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada DPP Partai Golkar.

"Itu sepenuhnya hak partai. Jika partai Golkar menganggap rekam jejak saya cukup baik, saya siap menjalankan amanah. Tapi itu biarlah nanti, sekarang saya ingin konsentrasi selesaikan tugas dulu," kata anggota Komisi I DPR RI itu.

Hari ini, anggota Komisi I DPR RI dari Golkar, Enggartiasto Lukito menyatakan, dirinya sudah keluar dari Golkar dan pindah ke Partai Nasional Demokrat (NasDem). Sebelumnya juga anggota Komisi I DPR RI, Jeffry Geovani juga memilih partai besutan Surya Paloh itu untuk melanjutkan karir politiknya.
(zul)

Pewarta: Ruslan Burhani
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar