Petani Lebak diminta kembangkan jagung manis

Petani Lebak diminta kembangkan jagung manis

Ilustrasi Jagung manis. (FOTO ANTARA/Anis Efizudin)

Saat ini produksi jagung manis relatif kecil dan masih didatangkan dari luar daerah,"
Lebak (ANTARA News) - Petani Kabupaten Lebak, Banten, diminta mengembangkan tanaman jagung manis, karena permintaan pasar cenderung meningkat.

"Saat ini produksi jagung manis relatif kecil dan masih didatangkan dari luar daerah," kata Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar di Rangkasbitung, Rabu.

Ia mengatakan selama ini minat petani mengembangkan tanaman jagung relatif rendah sehingga mempengaruh terhadap produksi.

Saat ini, kata dia, produksi jagung manis mencapai 895 ton per tahun dengan luas garapan 1.334 hektare.

Pemerintah daerah mendorong petani agar bisa meningkatkan perluasan tanaman jagung manis.

Selama ini, kebutuhan jagung manis di pasaran masih kurang.

"Kebutuhan jagung manis kami dipasok dari petani Jawa Barat," katanya.

Ia menyebutkan saat ini, harga jagung manis di pasaran berkisar antara Rp5.000 sampai Rp7.000/kg.

Pihaknya meminta petani mengembangkan tanaman jagung manis, selain bisa memenuhi kebutuhan lokal juga dipasok ke luar daerah, seperti Pasar Induk Tanah Tinggi Tangerang.

"Kami menargetkan ke depan Lebak bisa dijadikan sentra jagung manis, sehingga dapat mendongkrak pendapatan ekonomi petani," katanya.

(KR-MSR/M008)

Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2013

HKTI luncurkan produk benih jagung produksi NTB

Komentar