Busan (ANTARA) -
Kota Busan di Korea Selatan menargetkan bisa menjadi pemenang dalam pemungutan suara untuk menjadi tuan rumah World Expo 2030.
 
"(Kami) 100 persen (yakin)," kata Direktur Divisi Jangkauan Pameran Luar Negeri Busan Metropolitan City, Hwang Hyun-ki, kepada peserta Indonesian Nex Generation Journalist Network on Korea di Busan, Kamis (1/6).
 
Busan Korea Selatan bersaing dengan Odesa (Ukraina), Italia (Roma) dan Riyadh (Arab Saudi) untuk memperebutkan posisi sebagai tuan rumah World Expo, pameran global berisi paviliun dari berbagai negara yang menampilkan berbagai potensi mereka.
 
Hwang mengatakan mereka berencana mengadakan World Expo 2030 di tengah kota Busan, di sekitar pelabuhan, alih-alih membuat lahan baru di pinggiran kota. Dengan cara itu, mereka bisa menggunakan fasilitas yang sudah ada untuk mendukung pagelaran tersebut, misalnya transportasi.
 
Hwang juga mempertimbangkan aspek ramah lingkungan dengan mengadakan World Expo 2030, yang merupakan proyek senilai 5,72 miliar dolar Amerika Serikat, di tengah kota.
 
"Kami sudah punya teknologi atau teknik supaya bisa membangun (fasilitas) yang sejalan dengan aspek ramah lingkungan," kata Hwang.
 
Alasan lain mengadakan pameran di tengah kota adalah supaya kawasan tersebut bisa digunakan lagi sebagai hub untuk industri dan bisnis setelah acara berakhir.
 
Berkaitan dengan aktivitas pelabuhan, Hwang mengatakan tidak akan terganggu karena acara akan diadakan di pelabuhan yang berbeda.
 
World Expo 2030 dinilai bisa menjadi daya tarik baru untuk mengunjungi kota Busan.

Baca juga: Seperti apa Busan pada 2030?

Baca juga: Moskow batalkan niat jadi tuan rumah World Expo 2030


Baca juga: Wapres: World Expo 2025 Osaka jadi peluang pasar produk halal RI

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Satyagraha
Copyright © ANTARA 2023