Otodidak hasilkan inovasi Ramen berkuah hitam

Otodidak hasilkan inovasi Ramen berkuah hitam

Kiyoshi Kurihara, pemilik restoran ramen Menya Iroha yang sudah berdiri selama dua puluh tahun dan telah memenangi Tokyo Ramen Show selama empat tahun berturut-turut sejak 2009 (ANTARA News/ Nanien Yuniar)

Jakarta (ANTARA News) - Dengan kuah berwarna cokelat kehitaman, Iron Chef Chen's Spicy Black Ramen terkesan sangat pedas, namun ternyata rasanya tidak "segalak" penampilannya. Ramen dengan toping daging ayam, ubur-ubur hitam kenyal yang mirip jamur, tauge, dan daun bawang yang diiris tipis itu memang terasa pedas, tapi dapat ditoleransi lidah Indonesia.

 Rasa pedasnya tidak membuat Anda berpeluh dan ingin segera minum segelas air dingin.

Menu tersebut adalah kolaborasi Iron Chef Chen dari program televisi kontes memasak Jepang Iron Chef bersama restoran ramen Menya Iroha. Kolaborasi keduanya membuahkan ide untuk menambahkan minyak pedas khas China yang berasal dari gorengan cabai ke dalam kuah ramen yang berwarna hitam.

Base kuah yang berisi soy sauce, rebusan katsuobushi (ikan tuna kering) yang diserut, dan rumput laut kering yang direbus selama sepuluh jam dalam api kecil agar berubah menjadi hitam. Ternyata itu berawal dari ketidaksengajaan. 

Kiyoshi Kurihara, pemilik restoran ramen yang sudah berdiri selama dua dekade itu belajar membuat ramen secara otodidak.

"Karena tidak tahu cara membuatnya, saat pertama membuat kuah dari soy sauce, merebusnya terlalu lama sehingga jadi berwarna hitam. Walau hitam, tapi rasanya tetap enak dan orang-orang jadi ikut suka," ungkapnya.

"Kuah tersebut terus direbus dan ditambahkan setiap hari. Jadi tidak bikin kuah baru dari awal karena selalu ditambahkan ke rebusan yang masih ada di wadah. Selama 20 tahun seperti itu," tutur pemilik restoran ramen yang sudah punya cabang di Singapura, Hong Kong, dan Los Angeles itu.

Dia pun menuturkan niatnya untuk membuka cabang di Indonesia bila tak ada aral melintang.

"Nanti lihat tes marketing dan kalau ada partner yang cocok," kata pemilik toko yang menjadi juara Tokyo Ramen Show empat kali berturut-turut sejak 2009.

Khusus untuk pasar Indonesia, Kurihara menghilangkan bahan baku babi yang biasanya dipakai di Jepang.

"Ini tantangan bagi saya, semoga bisa dinikmati orang Indonesia," katanya.

Menu Iron Chef Chen's Spicy Black Ramen bersama dengan Toyama Black Soy Sauce Ramen dari restoran Menya Iroha dapat dinikmati pada 9-25 Februari 2013 di Dapur Iron Chef, Plaza Senayan. 

Hingga Maret, Dapur Iron Chef akan menyajikan menu-menu dari lima restoran Jepang yang belum pernah memasuki pasar Indonesia.

Ada restoran Spoon Bread yang menawarkan Popover Banana Sundae dan Iron Chef Sakai's Popover Roast Pear. Popover adalah puding "Yorkshire" versi Amerika sejenis adonan seperti croissant asal Inggris yang dihiasi taburan buah, whipped cream, atau daging, tergantung kapan itu dihidangkan.

Sementara itu, Dai-Tokyo Sakaba menjual  Fried Chicken Wings, Yakitori (sate ayam versi Jepang), karaage (ayam goreng versi Jepang) dan stewed egg. Di Jepang, restoran tersebut dibuat dengan konsep Japanese bar di mana penduduknya melepas penat sambil menikmati sake. 

Makanan gabungan budaya Jepang dan Hawaii diwakili restoran Aloha Terrace. Di Dapur Iron Chef, restoran Hawaiian BBQ itu menyajikan beberapa menu, seperti salad Lomi Lomi Avocado Salmon dan Loco Moco, nasi putih dengan toping daging hamburger, telur goreng, dan saus coklat berbahan dasar tomat. Aloha Terrace akan membuka outlet pertamanya di Bintaro pada April mendatang.

Restoran kelima adalah Sagami yang menawarkan menu soba, mi yang terbuat dari gandum Jepang. Salah satu makanan yang disajikan di Jakarta pada 26 Februari -- 31 Maret adalah Curry Duck Soba yang gurih.

(nan)

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Menikmati kuliner Jepang yang akrab di lidah Indonesia

Komentar