Inggris konfirmasi kasus baru infeksi koronavirus/SARS

Jenewa (ANTARA News) - Inggris telah mengkonfirmasi kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengenai satu kasus infeksi virus baru dari keluarga yang sama dengan SARS pada seorang pasien, sehingga jumlah kasus yang dikonfirmasi jadi 10, kata WHO, Senin (11/2).

Pasien tersebut, warganegara Inggris yang baru-baru ini melakukan perjalanan ke Timur Tengah dan Pakistan, menerima perawatan intensif di rumah sakit di Manchester, Inggris utara.

Kasus penularan paling akhir virus baru yang dikenal sebagai koronavirus tersebut membuat jumlah kasus yang dikonfirmasi secara global jadi 10, lima di antara mereka meninggal.

"Kasus baru itu memang menunjukkan bahwa virus tersebut terus menyebar," kata WHO, lapor Xinhua. "WHO mendesak semua Negara Anggota agar terus melakukan pengawasan bagi Infeksi Saluran Pernafasan Sangat Akut (SARS) dan secara seksama memeriksa setiap pasien dengan gejala yang tidak biasa."

Badan dunia tersebut menyarankan semua negara agar memeriksa siapa saja yang menderita radang paru-paru yang tak bisa dijelaskan untuk memeriksa kemungkinan penularan virus itu.

WHO menyatakan infeksi palign akhir tersebut adalah "kasus sporadis" dan tidak mengubah penilaian resiko WHO.

Koronavirus adalah keluarga besar virus yang meliputi berbagai virus yang mengakibatkan demam biasa dan SARS.

SARS muncul di China pada 2002 dan menewaskan sebanyak sepersepuluh dari 8.000 pasien yang diserangnya di seluruh dunia.

Gejala penyakit tersebut meliputi sakita saluran pernafasan, demam, batu dan kesulitan bernafas.

WHO menyatakan pasien baru itu terserang beberapa gejala pada 26 Januari. Serangkaian pemeriksaan laboratorium mengenai spesimen pernafasan memperlihatkan pasien tersebut telah terserang flu babi H1N1 dan infeksi Novel Coronavirus (NCoV), yang dikonfirmasi, kata Reuters.

NCoV diidentifikasi ketika WHO mengeluarkan peringatan siaga internasional pada September 2012 dan menyatakan satu virus yang sebelumnya tak dikenal pada manusia telah menyerang seorang pria Qatar yang belum lama ini telah berkunjung ke Arab Saudi.

Lembaga Perlindungan Kesehatan Inggris (HPA) menyatakan di antara ke-10 kasus yang dikonfirmasi laboratorium, lima telah berkunjung ke Arab Saudi, tiga meninggal; dua di Jordania, tempat kedua pasien tersebut meninggal; dan satu di Jerman pada pasien dari Qatar yang sejak itu telah diperkenankan pulang dari pusat perawatan medis.

Namun pada Senin WHO kembali menyatakan pada tahap ini tak perlu dikeluarkan pembatasan perjalanan atau perdagangan, atau pemeriksaan khusus apa pun di pos perbatasan. (C003)

Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Yang wajib dilakukan saat isolasi mandiri di rumah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar