Vatikan (ANTARA News) - Kardinal asal Ghana Peter Turkson disebut-sebut sebagai calon kuat pengganti Paus Benediktus XVI.

Ia seakan memanifestasikan keinginan sebagian warga dunia bahwa jabatan paus hendaknya dapat juga diemban oleh kardinal yang bukan berasal dari Eropa.

Siapa kardinal Peter Turkson? Ia kini menjabat sebagai presiden dari lembaga kepausan untuk keadilan dan perdamaian, sebagaimana dikutip dari laman Guardian.  Perkembangan gereja Katolik di Afrika mengalami modernisasi sangat pesat.

Peter Turkson lahir di Ghana barat dari ibu beragama Methodis dan ayah Katolik. Sebagai seorang pelajar di seminari (sekolah bagi para calon pastor Katolik), ia dikenal sebagai anak yang kontemplatif.

Ia mendapat dorongan kuat dari sang ibu agar belajar di seminari dengan bersungguh-sungguh untuk menjadi imam Katolik. Ia kemudian meneruskan studi di Seminari St Anthonyo on Hudson di Rensselaer, New York. Ia kemudian ditahbiskan menjadi imam Katolik pada 1975.

Kembali ke Ghana, ia menjadi profesor di Seminari St Theresia. Ia mendedikasikan keahliannya di bidang pelayanan bagi umat Katolik di kawasan itu.

Pada 1992, ia terpilih menjadi Uskup Agung Cape Coast oleh Paus Johanes Paulus II. Ia juga menjadi ketua dari konferensi para uskup Ghana dari 1997 sampai 2005.

Ia berperan menjadi penengah bagi perdamaian di Pantai Gading pada 2011.

Pemilihan paus yang bakal diikuti oleh seluruh kardinal dari seluruh dunia itu akan digelar pada akhir Maret 2013. Selain Turkson, ada sejumlah nama yang disebut-sebut sebagai kandidat pengganti paus Benediktus XVI, yakni Kardinal asal Nigeria Francis Arinze, Kardinal Marc Ouellet asal Kanada dan Kardinal Angelo Scola asal Italia.

Setelah tidak lagi menjabat sebagai paus, Benediktus XVI yang bernama Joseph Aloisius Ratzinger berkeinginan mendedikasikan "hidupnya untuk doa".
(A024)

Penerjemah: AA Ariwibowo
Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2013