Bisnis distribusi "cold chain" terbuka luas

Bisnis distribusi "cold chain" terbuka luas

CEO dan Pendiri Fresh Factory Larry Ridwan (dua kiri), Direktur Utama PT NCS Reni Sitawati Siregar (tengah), dan Chief Commercial Officer Fresh Factory Widijastoro Nugroho (kanan) usai Fresh Factory dan PT Nusantara Card Semesta (NCS) mengumumkan kerja sama yang ditandai dengan penandatangan naskah di Jakarta, Rabu (12/7/2023). ANTARA/Ahmad Wijaya.

Jakarta (ANTARA) - Bisnis distribusi cold chain di Indonesia terbuka sangat luas mengingat banyak perusahaan skala besar maupun UMKM sangat membutuhkan sektor jasa itu untuk menyimpan dan mengirim berbagai komoditas ke berbagai daerah.

"Kebutuhan masyarakat terhadap berbagai komoditas seperti pangan beku, obat-obatan seperti vaksin, bahan kimia hingga produk elektronik membutuhkan distribusi cold chain'untuk menjaga agar produk tetap segar dan terjaga," kata CEO dan Pendiri Fresh Factory Larry Ridwan kepada media di Jakarta, Rabu.

Hal tersebut disampaikan disela dua perusahaan ternama di sektor logistik nasional yakni Fresh Factory dan PT Nusantara Card Semesta (NCS) mengumumkan kerja sama yang ditandai dengan penandatangan naskah.

Fresh Factory merupakan rintisan (startup) di bidang sistem rantai dingin terintegrasi (cold chain fulfilment centres) dan PT NCS adalah perusahaan yang telah berdiri puluhan tahun serta memiliki nama besar di jasa pengiriman paket, barang, dokumen serta juga memiliki fasilitas gudang penyimpanan terintegrasi (warehouse and fulfillment).

Kedua perusahaan bekerja sama mengembangkan layanan distribusi sistem rantai dingin terintegrasi yakni sistem distribusi logistik suhu rendah dengan solusi lengkap bagi mitra, mulai dari manajemen penyimpanan, pengemasan untuk dikirim ke pelanggan hingga menyiapkan pengiriman yang akan dilakukan oleh kurir.

Dikatakan Larry, peluang besar tersebut dinilai juga bakal berlanjut ketika memasuki tahun politik karena pada masa itu akan banyak distribusi sejumlah komoditas yang mengandalkan fasilitas gudang penyimpanan terintegrasi ke berbagai daerah untuk menjaga kebutuhan pokok masyarakat di daerah.

"Kita sebagai pengusaha tetap melihat bisnis ini tetap sangat terbuka luas sekalipun memasuki tahun politik," kata Larry.

Chief Commercial Officer Fresh Factory Widijastoro Nugroho mengatakan, perusahaan selama ini juga banyak membantu UMKM dalam mendistribusikan produknya ke berbagai daerah.

"Dari sekitar 300 tenan yang menjadi pelanggan kita sekitar 70 persen adalah perusahaan UMKM dan mereka terbantu karena produknya bisa terjual ke berbagai pelosok daerah," katanya.

Direktur Utama PT NCS Reni Sitawati Siregar mengatakan, tahun politik malah memberi peluang cukup besar dalam bisnis pengiriman barang mengingat dalam pemilu sebelumnya pihaknya mendapat penugasan pengiriman surat suara ke berbagai daerah.

"Kita dalam pemilu tahun sebelumnya mendapat penugasan dari pemerintah mengirimkan surat suara ke pelosok di daerah. Tentu kita berharap tahun depan juga mendapat penugasan serupa," kata Reni.

Saat ini layanan NCS mencakup antara lain jasa pengiriman ekspres domestik, jasa pengiriman internasional, jasa pengiriman dokumen oleh kurir, jasa pengiriman e-commerce, trucking, jasa perpindahan, warehouse fulfillment, dan pengiriman makanan (Nusantara Food Delivery).

Melalui kerja sama ini, Fresh Factory dan NCS menjadi penyedia layanan distribusi cold chain fulfillment centres terluas di Indonesia, dengan total memiliki 153 fulfillment centre (titik penyimpanan, pengemasan dan pengiriman produk) serta lebih dari 2.000 orang kurir untuk mengirimkan layanan di 103 kota di Indonesia.

Baca juga: Ahli: Potensi bisnis "food cold chain" di Indonesia cukup besar
Baca juga: Pemerintah dorong pengembangan sistem rantai dingin industri perikanan
Baca juga: Erick ingin merger BUMN perikanan fokus bangun "cold chain"

 

Pewarta: Ahmad Wijaya
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © ANTARA 2023

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar