Taman nasional Ujung Kulon gelar Java Rhino Festival

Taman nasional Ujung Kulon gelar Java Rhino Festival

Ilustrasi - Badak Jawa (rhinoceros sondaicus) melintas melewati garis inframerah "camera trap" atau kamera jebak di hulu Sungai Cigenter, Kawasan Taman Nasional Ujungkulon (TNUK), Banten pada foto tahun 2010. (ANTARA/HO-TNUK)

untuk meningkatkan kesadaran penyelamatan badak jawa yang masuk hewan sangat dilindungi tersebut, kegiatan itu juga guna menggiatkan ekowisata di kawasan TNUK.
Pandeglang (ANTARA News) - Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) Pandeglang, Provinsi Banten akan menggelar "Java Rhino Festival 2013" guna meningkatkan kesadaran penyelamatan badak jawa atau badak bercula satu.

"Festival ini merupakan kegiatan tingkat internasional, dan dijadwalkan digelar Juni 2013," kata Humas Balai Taman Nasional Ujung Kulon Pandeglang Indra, di Pandeglang, Senin.

Menurut dia, selain untuk meningkatkan kesadaran penyelamatan badak jawa yang masuk hewan sangat dilindungi tersebut, kegiatan itu juga guna menggiatkan ekowisata di kawasan TNUK.

Dalam acara tersebut, kata dia, akan dilaksanakan berbagai kegiatan diantaranya lomba lari 10 kilometer yang terbuka untuk umum dan pameran.

Acara pokok dalam kegiatan itu, lanjut dia, akan digelar di dua tempat, yakni pembukaan di Provinsi Banten, dan lainnya di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, lokasinya berada di sekitar TNUK.

Demi suksesnya acara itu, kata dia, akan melibatkan event organizer (EO), dan saat ini sudah ada beberapa EO yang melakukan survei lapangan. Survei terutama berkaitan dengan akomodasi bagi para tamu, jalur transportasi serta helipad.

Ia juga menyatakan, saat ini Balai TNUK sedang melaksanakan kampanye konservasi penyelamatan badak jawa yang dilakukan, yang diharapkan membantu melestarikan hewan langka tersebut dari kepunahan.

Kampanye konservasi penyelamatan badak jawa yang dilakukan, kata dia, diantaranya dengan pemasangan stiker pada kendaraan dinas Balai TNUK, yang bertulisan `badak jawa hanya kita yang punya`.

Kampanye penyelematan badak jawa, kata dia, juga merupakan tindak lanjut dari peringatan Tahun Badak Internasional yang diperingati pada 5 Juni 2012 di Indonesia. Saat peringatan tersebut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menekankan pentingkan penyelematan badak jawa.

Indonesia dipilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan peringatan Tahun Badak Internasional pada tahun lalu, karena memilik dua dari lima spesies badak yang ada di dunia, yakni badak jawa dan badak sumatera.

"Untuk badak jawa hanya ada di kawasan TNUK, maka sangat tepat kita mengkampanyekan melalui stiker `badak jawa hanya kita yang punya`," ujarnya.

Indra juga menyatakan, pelestarian badak jawa tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah, tapi harus melibatkan semua pihak, termasuk masyarakat dan LSM yang peduli terhadap kelangsungan hidup hewan langka itu.

Pewarta:
Editor: Ella Syafputri
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar