Ekspor makanan ke Kanada dan AS ditingkatkan

Ekspor makanan ke Kanada dan  AS ditingkatkan

Sail Canada 2013 Dubes RI untuk Kanada Dianne Moehario (paling kanan) sedang mendengarkan penjelasan dari salah satu peserta pameran produk makanan dan minuman Indonesia di SIAL Canada 2013, Toronto, Selasa. Ada 11 produsen makanan dan minuman Indonesia mengikuti pameran makanan dan minuman Amerika Utara, di Toronto, Kanada, 30 April - 2 Mei 2013. (ANTARA/ Adi Lazuardi).

"Kami bertekad ekspor Mamin di pasar Amerika Utara naik pada tahun ini karena Produk makanan dan minuman Indonesia merupakan salah satu produk unggulan Indonesia yang berkontribusi terhadap ekspor dan impor produk non migas Indonesia,"
Toronto, 4/5 (ANTARA) - Ekspor produk makanan dan minuman (Mamin) Indonesia ke pasar Kanada dan Amerika akan ditingkatkan, oleh sebab itu tim Kemendag mengadakan pameran Mamin di SIAL Canada 2013 pada 30 April -- 2 Mei 2013, di Toronto dan melakukan misi perdagangan ke Los Angeles, 4--7 Mei 2013.

"Kami bertekad ekspor Mamin di pasar Amerika Utara naik pada tahun ini karena Produk makanan dan minuman Indonesia merupakan salah satu produk unggulan Indonesia yang berkontribusi terhadap ekspor dan impor produk non migas Indonesia," kata Direktur Pengembangan Promosi dan Citra, Kemendag, Pradnyawati di Toronto, Sabtu.

Neraca perdagangan luar negeri (ekspor-impor) Indonesia tahun 2012 mengalami defisit. Ini pertama kali terjadi setelah tahun 1961. "Oleh sebab itu, segala upaya akan kami lakukan agar neraca perdagangan Indonesia kembali surplus. Salah satunya adalah peningkatan ekspor produk Mamin ke Kanada dan Amerika," kata Pradnyawati, selaku ketua delegasi di SIAL Canada 2013 dan misi dagang ke Los Angeles, Amerika.

Pada tahun 2012, nilai ekspor produk makanan dan minuman Indonesia tercatat 4.49 milyar dolar AS dengan trend dari tahun 2008-2012 yang meningkat sebesar 15,59 persen.

Pada tahun 2012, Kanada menduduki peringkat ke 28 negara tujuan ekspor produk makanan dan minuman Indonesia dengan nilai sebesar 20,14 juta dolar AS dan trend dari tahun 2008 -- 2012 tercatat meningkat 13,89 persen.

Adapun produk ekspor makanan dan minuman Indonesia ke pasar Kanada adalah sarang burung, kerang-kerangan, kepiting, udang, tuna, teh hitam, kacang mete, pasta udang, dan biskuit. Di sisi lain, impor produk makanan dan minuman dari Kanada ke Indonesia tercatat 14,99 juta dolar AS dan menduduki peringkat ke 29 negara asal impor produk makanan dan minuman dengan trend 2008-2012 mengalami penurunan rata-rata tiap tahunnya sebesar 3,75 persen.

Amerika Serikat merupakan salah satu negara utama tujuan ekspor produk makanan dan minuman Indonesia. Amerika Serikat menduduki peringkat kedua negara tujuan utama ekspor produk makanan dan minuman Indonesia dengan nilai 491,13 juta dolar AS dan trend dari tahun 2008 -- 2012 tercatat meningkat sebesar 4,11 persen.

Produk ekspor makanan dan minuman Indonesia ke pasar Amerika Serikat antara lain kepiting, kerang-kerangan, tuna, nenas, pasta udang, syrup, biskuit, kacang mete, dan rokok. Adapun impor produk makanan dan minuman dari Amerika Serikat ke Indonesia tercatat 301,75 juta dolar AS dan menduduki peringkat ke 7 negara asal impor produk makanan dan minuman dengan trend 2008-2012 mengalami peningkatan rata-rata tiap tahunnya sebesar 14,37 persen.

Selama pameran produk Mamin untuk pasar Amerika Utara (SIAL Canada 2013) berlangsung telah ada kontak bisnis dengan 249 pengusaha di sana, kata Pradnyawati.

Pameran Dagang Salon international de l`alimentation (SIAL) Canada Toronto 2013 adalah pameran dagang terbesar di Kanada untuk sektor produk dan industri makanan. Pameran ini dihadiri sekitar 14.000 pengunjung dari 61 negara. Indonesia adalah salah satu dari 758 exhibitors dari 45 negara yang diantaranya adalah Maroko, Italia, Amerika Serikat, Perancis, China, Aljazair, dan Meksiko.

Peserta pameran dagang SIAL Canada 2013 terdiri dari produsen, distributor, industri makanan dan penunjangnya, pemilik restaurant, distributor, wholesaler, importir, eksportir, periklanan dan jasa sektor industri makanan olahan lainnya serta lembaga Pemerintah Kanada terkait industri dan perdagangan.

Produsen dan eksportir mamin Indonesia yang ikut pameran adalah PT. Niramas Utama (Nata De Coco, Aloevera, Jelly); PT Aksara Kencana Putra (Fresh Honey Natural, Palm Sugar, Green Tea); PT Maesindo Indonesia (Horeca products); PT Tritis International (Desiccated Coconut), Latransa Citra (Food and herbal ingredients, Java Tea, seasoning), Javara (Organic Foodstuff), Sinar Sosro (Tea); Caldera Coffee (coffee); Petra International (Fine Gum Paste Flower); Indofood (noodles); dan Wings Food (Noodles).

"Estimasi nilai transaksi selama kegiatan pameran berlangsung dan tindak lanjut dari kegiatan Forum Bisnis berikut dengan one on one meeting, telah terjadi transaksi dagang dengan estimasi senilai USD 4,5 juta dolar AS," ungkap Pradnyawati. (*)

Pewarta: Adi Lazuardi
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Potensi besar ekspor produk olahan ke China di balik Covid-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar