Ingin naik haji harus menunggu 14 tahun

Ingin naik haji harus menunggu 14 tahun

Ilustrasi. Jamaah Calon Haji(FOTO ANTARA/Ampelsa)

Daftar tunggu sudah 2000-an, jadi baru tuntas diberangkatkan selama 14 tahun atau sampai 2027 nanti"
Sampit, Kalteng (ANTARA News) - Daftar tunggu atau waiting list calon haji di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Kalimantan Tengah sudah mencapai 2.000 orang, atau baru habis diberangkatkan hingga 14 tahun mendatang.

"Daftar tunggu sudah 2000-an, jadi baru tuntas diberangkatkan selama 14 tahun atau sampai 2027 nanti. Animo masyarakat kita untuk menjalankan ibadah haji memang sangat tinggi dan luar biasa," kata Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kotim, HM Ilmi Hafif di Sampit, Selasa.

Dijelaskan Ilmi, jumlah pendaftar haji di daerah ini terus bertambah. Pendaftar terbanyak berasal dari Kecamatan Mentawa Baru Ketapang yang merupakan kecamatan di pusat Kota Sampit Ibu Kota Kabupaten Kotim.

"Untuk Kotim, pendaftar haji paling banyak berasal dari Mentawa Baru Ketapang dengan latar belakang terbanyak adalah wiraswasta disusul PNS. Untuk biaya perjalanan ibadah haji tahun ini, untuk dolarnya yaitu 3.733 dolar, sedangkan untuk rupiahnya nanti menyesuaikan saat masa pelunasan nanti," sambung Ilmi.

Keinginan umat Islam di Kabupaten Kotim untuk menunaikan ibadah haji memang terus meningkat. Meski sudah mengetahui daftar tunggu sangat banyak, namun hal itu tidak menyurutkan niat masyarakat untuk mendaftarkan diri sebagai calon haji.

"Yang penting mendaftar dulu, urusan berangkatnya tahun berapa, itu jangan dipikirkan. Kalau sudah saatnya, Insya Allah akan tiba giliran kita untuk pergi ke baitullah. Kita serahkan saja semuanya kepada Allah. Kalau ditahan-tahan, nanti duitnya malah habis," kata Biah, salah seorang warga Kecamatan Baamang yang sudah mendaftar haji.

Nenek 60 tahun ini mengaku lega sudah mendaftarkan diri untuk berangkat ke tanah suci meski dia tidak tahu bisa diberangkatkan kapan. Baginya, mendaftarkan diri sebagai calon haji itu sudah menunjukkan niat tulusnya untuk menjalankan ibadah suci yang merupakan kewajiban bagi tiap umat Islam yang mempunyai kemampuan.

Dia yakin, jika memang waktunya tiba maka dirinya bisa berangkat dan menginjakkan kaki di tanah suci Mekkah. Namun jika ada hal lain di luar perkiraan, dia menyerahkan semuanya kepada Allah SWT yang menentukan takdir.

"Kalau Allah menghendaki cepat, ya pasti ada saja caranya. Tapi kalau ternyata belum saatnya, meski kita sudah masuk daftar pemberangkatan dan sudah siap, terkadang ada saja halangan sehingga membuat batal berangkat. Makanya saya menyerahkan semuanya kepada Allah, mudah-mudahan saja umur saya masih panjang dan bisa menginjakkan kaki di tanah suci Mekkah," harap Biah.

Sementara itu, banyaknya daftar tunggu haji diperkirakan berpengaruh terhadap meningkatnya jumlah warga yang menjalankan ibadah umrah. Tidak sedikit warga yang memilih berangkat umrah ketimbang mendaftar haji.

"Yang jelas-jelas dulu yaitu umrah karena tidak perlu menunggu lama. Setelah melaksanakan umrah, kalau ada rezeki baru mendaftar haji. Kalau duluan mendaftar haji, kita harus menunggu bertahun-tahun baru bisa berangkat," ucap Abidin, warga Kecamatan Baamang yang sudah menjalankan ibadah umrah.

Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Pengerjaan instalasi dan fasilitas tenda wukuf dikebut

Komentar