TWA Gunung Batur akan Dioptimalkan

TWA Gunung Batur akan Dioptimalkan

Menhut meninjau lokasi penangkaran kima (kerang hias) dan transplantasi terumbu karang di desa Tembok Kabupaten Singaraja Bali (17/5). Menhut menyatakan bahwa upaya penangkaran ini sesuai dengan kaidah konservasi dan akan dikembangkan ditempat lain di Indonesia. Dengan demikian, selain melestarikan lingkungan laut juga dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Karena merupakan peluang bisnis yang menguntungkan. (Kemenhut/ANTARA)

     Jakarta, 18/4 (ANTARA) -- Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Jumat (17/5) meninjau kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Batur Bukit Payang di Kintamani Bali. Pada kesempatan itu  Menhut mengatakan bahwa untuk mengembalikan fungsi lindungnya, TWA ini akan dioptimalkan agar daearah tangkapan air tetap terjaga dengan baik.

     TWA Gunung Batur ini mempunyai potensi yang besar untuk dikembangkan terutama untuk wisata pendakian, trekking, bersepeda gunung, wisata religi, wisata kegunungapian, camping dan fotografi. Sebagai obyek wisata kegunungapian, di kawasan ini terdapat kawasan kaldera Gunung Batur yang telah ditetapkan sebagai Global Geopark Network (GGN) oleh UNESCO pada 20 September 2012.

    Selanjutnya Menhut meninjau lokasi penangkaran kima (kerang hias) dan transplantasi terumbu karang di desa Tembok Kabupaten Singaraja Bali (17/5). Menhut menyatakan bahwa upaya penangkaran ini perlu mendapat dukungan pemerintah karena sesuai dengan kaidah konservasi dan berkelanjutan. Penangkaran dan transplantasi karang ini akan dikembangkan ditempat lain di Indonesia. Upaya ini, selain melestarikan lingkungan laut juga dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat, karena merupakan peluang bisnis yang menguntungkan. Kima dan terumbu karang merupakan komoditas ekspor yang banyak diminati negara-negara di Eropa.

Editor: PR Wire
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar