Media: serangan London "di luar akal sehat"

Media: serangan London "di luar akal sehat"

Seorang petugas forensik kepolisian menyelidiki TKP dimana seorang pria dibunuh di Woolwich, London tenggara, Inggris, Rabu (22/5). Perdana Menteri Inggris David Cameron telah menggelar pertemuan dengan komite keamanan darurat pemerintahannya, Cobra, setelah terjadi pembunuhan di London Rabu kemarin. (REUTERS/Stefan Wermuth)

London (ANTARA News) - Pembunuhan biadab seorang pria yang diyakini sebagai prajurit di jalanan London dalam dugaan serangan teror dinilai "di luar akal sehat" namun hanya akan memperkuat dukungan Inggris pada angkatan bersenjatanya, kata surat kabar, Kamis.

Dua tersangka pelaku ditangkap setelah serangan itu, yang terjadi di siang hari bolong, sebelum mereka meluncurkan film yang berisi keluhan dan omelan terkait keterlibatan Inggris di Afghanistan.

"Kami membunuh tentara Inggris ini. Ini adalah nyawa di balas nyawa," tulis harian Sun dalam tajuknya mengutip dari rekaman pesan itu.

The Daily Telegraph memuat tajuk "Nyawa dibalas Nyawa. Kami tidak akan berhenti memerangi kalian sampai kalian meninggalkan kami sendiri."

Guardian juga mengutip pesan pelaku, "Kalian tidak akan pernah aman," di atas gambar tersangka yang melambaikan tangan penuh darah seraya memegang pisau daging.

The Daily Mail menggunakan gambar yang sama di halaman depan di atas judul "Darah di tangannya, kebencian di matanya".

The Sun menggambarkan serangan itu sebagai "hampir di luar akal sehat" dalam editorialnya.

Korban diyakini telah mengenakan jaket yang mendukung "Help for Heroes", sebuah organisasi amal untuk militer.

Dalam editorialnya, The Sun meminta warga Inggris untuk berdiri di belakang para prajurit mereka.

"Hari ini kita harus menentang ekstrimis dan bahu-membahu dengan angkatan bersenjata kami," katanya.

"Kita harus menunjukkan dukungan kita dalam kata-kata dan tindakan. Dan jika Anda melihat seorang tentara hari ini, jabat tangan mereka dan ucapkan terima kasih, " desaknya.

Editorial Daily Telegraph mendukung pernyataan Perdana Menteri David Cameron bahwa negara itu akan "tidak pernah menyerah" pada teroris.

"Salah satu perkembangan paling diterima dalam beberapa tahun terakhir adalah pembangunan kembali hubungan antara tentara kami dan warga yang mereka melindungi, "katanya.

"Jika ini menyebabkan teroris Islam melakukan balas dendam mengerikan atas keterlibatan Inggris di Irak dan Afghanistan, akan diperlukan kajian mendesak terhadap pengaturan keamanan saat ini untuk semua personil militer.

"Tapi kita juga harus ingat bahwa Perdana Menteri benar. Musuh Inggris, baik di dalam dan luar, ingin menghancurkan bukan hanya kehidupan kita, tetapi nilai-nilai kita, termasuk kebanggaan kita dan dukungan untuk Angkatan Bersenjata. Dan itu adalah sesuatu yang mereka tidak akan dapat melakukannya," simpulnya, demikian AFP.

(G003)

Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Polisi kembali tangkap 5 orang terduga jaringan teroris di Sulteng

Komentar