Beberapa bandarnya dpo (daftar pencarian orang) masih dalam pengejaran,"
Jakarta (ANTARA News) - Aparat Polda Metro Jaya meringkus 12 orang yang diduga sebagai pengepul judi toto gelap (togel) yang beroperasi pada sejumlah wilayah Jakarta dan sekitarnya.

"Beberapa bandarnya dpo (daftar pencarian orang) masih dalam pengejaran," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto di Jakarta, Selasa.

Kombes Rikwanto menyebutkan sindikat yang pertama terdiri atas tujuh tersangka, yakni tersangka A, H, E, S, D, F dan G ditangkap polisi di Perumahan Bumi Malaka Asri Jalan Anggrek Nomor 58, Malaka, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Setiap tersangka memiliki peran mulai dari bandar, penerima faksimil, memasukkan rekapan dan pesan singkat ke dalam komputer.

"Kelompok ini sudah beroperasi enam bulan dengan omset mencapai Rp25 juta - Rp30 juta setiap buka atau Rp600 juta per bulannya," ujar Rikwanto.

Petugas juga menggaruk tersangka SDN dan AY yang membuka judi togel sejak dua tahun di Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, sedangkan tersangka WL yang diduga sebagai bandar masih buron.

Tersangka membuka praktik judi setiap Senin, Rabu, Kamis, Sabtu dan Minggu dengan omset Rp2 juta - Rp5 juta per harinya dan keuntungan lima hingga 10 persen.

Sementara itu, tersangka RK sebagai pengecer judi di wilayah Jati Budi, Tanah Abang, Jakarta Pusat, bekerja sama dengan tersangka JG yang masih DPO.

Pelaku lainnya berinisial SB membuka praktik judi di wilayah Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, dengan omset mencapai Rp500 ribu per harinya.

Sedangkan, tersangka AJ membuka lapak judi koprok dengan menggunakan dadu beromset Rp2 juta per harinya di Pasar Pagi, Rawamangun, Jakarta Timur.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Slamet Rianto menjelaskan para tersangka yang menjalankan "usaha" judi togel melakukan penipuan terhadap para pelanggannya.

"Jadi tersangka memilih nomor paling sedikit keluar di antara yang dipasang pelanggan," ujar Kombes Slamet.

Sehingga, menurut Slamet, bandar judi togel tidak akan merugi, karena tersangka mengeluarkan angka yang paling jarang dipasang pelanggannya.

Slamet menegaskan Polda Metro Jaya fokus memberantas praktik judi togel dan koprok, karena pelanggannya masyarakat dengan kemampuan ekonomi yang rendah, seperti tukang ojek, tukang sayur bahkan pemulung.

Mantan Dirkrimum Polda Jawa Barat itu, menambahkan pelanggan judi togel dan koprok, mengharapkan mendapatkan keuntungan berlipat ganda dalam waktu cepat melalui prakti ilegal tersebut.

(T014/a011)

Pewarta: Taufik Ridwan
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2013