Nostalgia dari Collective Soul di Java Rockin' Land

Nostalgia dari Collective Soul di Java Rockin' Land

Collective Soul. (Soundtracktomyday)

Selamat ulang tahun, Jakarta!"
Jakarta (ANTARA News) - Panggung yang sunyi itu tiba-tiba terhentak lengkingan gitar elektrik. Penonton yang baru bergeser setelah menonton kelompok musik Sixpence None The Richer di panggung sebelahnya pun langsung bersorak melihat idola mereka main di Indonesia untuk pertama kalinya, Collective Soul.

"Tremble for My Beloved" yang diambil dari album keempat Collective Soul, "Dosage", menjadi musik pembuka mereka. Lagu yang juga pernah disertakan dalam film "Twilight" itu pun langsung memikat penonton.

Penonton pun sedikit berjingkrak-jingkrak mengikuti petikan gitar Joel Kosche, Dean Roland, betotan bass Will Turpin, dan vokal khas dari Ed Roland.

Seolah-olah tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan pertama mereka manggung di Jakarta, vokalis Ed Roland tidak banyak berbicara saat membuka pertunjukan yang digelar Sabtu (22/6) pukul 23.00 WIB.

Begitu lagu usai, mereka kembali menghentak penonton dengan "Heavy" yang sangat kental dengan aliran musik rock alternatif.

"Selamat ulang tahun, Jakarta!" akhirnya menjadi kata-kata pertama Roland dari atas panggung Indosat di IM3 Java Rockin' Land 2013 (JRL)  itu.

Tidak seperti Sixpence None The Richer yang menyembahkan satu lagu untuk ulang tahun ke-486 Jakarta, Collective Soul langsung membawakan hits mereka dari tahun 1995, "December", usai menyapa penononnya. 

Berusia 20 tahun, Collective Soul dalam penampilan bermusik malam itu sangat terasa kematangannya. Mereka tampil energik layaknya band rock saat manggung. Meloncat-loncat ke sana kemari, Roland tidak kehilangan kualitas vokalnya. Ia sesekali mengajak penonton melambaikan tangan.

Didirikan pada 1992, Collective Soul malam itu tidak berubah musikalitasnya. Mereka memainkan genre rock alternatif layaknya memperkenalkan diri melalui album "Hints Allegations and Things Left Unsaid". 

Mereka pun memanjakan penonton, yang sebagian besar terlihat berusia di atas 25 tahun, dengan serangkaian lagu mereka era 1990an, seperti "Listen", "Hollywood", dan "River Flows".

Collective Soul piawai mengatur lagu-lagu yang mereka mainkan dalam satu setengah jam penampilan mereka. Saat panggung dirasa sudah terlalu panas, Roland pun mengajak penonton sedikit bersantai dengan lagu "She Said". Ed Roland memainkan gitar akustiknya saat membawakan lagu itu.

Suasana kembali meriah saat Collective Soul membawakan "Hollywood", apalagi di tengah-tengah lagu, Ed Roland turun panggung untuk sekedar ber-high-five dengan penonton yang berada di bagian depan.

Seolah menjadi pertanda, tiba-tiba di langit Pantai Karnaval Ancol muncul letupan kembang api. Meski bukan bagian dari acara JRL, Roland pun berhenti sejenak untuk melihat kembang api, yang kebetulan terlihat sangat jelas dari panggung tempatnya berdiri.

"Kalian pasti ingat lagu ini," kata Ed Roland, dalam bahasa Inggris.

Ed Roland pun kembali memainkan intro dengan gitar akustiknya. Penonton pun bersorak karena lagu yang dimainkan sangat familiar bagi mereka yang besar di era 1990an.

"Are these time contagious? I've never been this bored before. Is this prize I've waited for?," Roland pun melantunkan bait pertama "Run".

Penonton pun langsung menyanyikan bersama lagu dari album "Dosage" tahun 1999 itu. Ed Roland pun memahami penonton sangat menanti lagu tersebut. Ia sengaja memperpanjang ending lagu tersebut, agaknya agar penonton dapat terus menyanyikan bagian refrain.

"Have I got a long way to run? Yeah, I run."

Ditutup dengan "World", penonton tak rela Collective Soul meninggalkan panggung.

"Perlu 19 tahun bagi kami untuk sampai di sini," kata Roland saat kembali ke panggung.

Collective Soul pun berbaik hati mengobati rasa kangen penonton mereka dengan memberikan dua lagu tambahan, "Counting The Days" dan tentu single pertama dari album debut mereka, "Shine". (*)

Oleh N012
Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar