Jakarta (ANTARA News) - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengakui pengawasan pengiriman bahan peledak tidak optimal menyusul hilangnya 250 batang dinamit milik PT Batusarana Persada.

"Untuk perizinan dan prosedur semua sudah sesuai, hanya memang tingkat pengawasan di lapangan tidak optimal," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto di Jakarta, Jumat.

Rikwanto mengatakan pengiriman bahan peledak dikawal seorang anggota Brimob dan menjadi tidak optimal. "Perlu direvisi sehingga ke depan akan lebih baik lagi," ujar Rikwanto.

Dia menambahkan polisi memokuskan pencarian bahan peledak yang hilang yang mungkin disimpan di suatu tempat.

Pencarian dilakukan dengan menyisir lokasi yang diduga menjadi tempat penyimpanan. Polisi juga akan menjaga obyek vital setelah hilangnya bahan peledak tersebut.

Pewarta: Taufik Ridwan
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2013