Bogor (ANTARA News) - Pihak Stasiun Besar Bogor menghimbau para penumpang untuk mengoptimalkan penggunaan tiket elektronik multitrip guna menghindari antrian saat keberangkatan.

"Tiket multitrip dirancang agar lebih mempermudah penumpang untuk menggunakan jasa kereta api tanpa harus antri membeli tiket di loket," kata Wakil Kepala Stasiun Besar Bogor, Darmin, Selasa.

Darmin menyebutkan, tiket elektronik multitrip dijual Rp50.000 dimana biaya pembelian tiket Rp20.000 dan sudah terdapat saldo tiket Rp30.000 didalamnya.

Dengan tiket multitrip tersebut, lanjut Darmin, penumpang tidak perlu antri di loket dan dapat langsung masuk ke stasiun asalkan saldo di dalam tiket mencukupi.

"Penumpang dapat mengecek saldo tiket multitrip di stasiun manapun, di Stasiun Bogor kami menyediakan petugas khusus untuk melayani pengecekan saldo dan isi ulang," katanya.

Penumpukan penumpang di Stasiun Besar Bogor yang terjadi Senin kemarin pada saat pemberlakuan eletronik tiket multitrip dan tarif progresif menurut Darmin bukan hal baru.

Ia mengatakan, antrian wajar terjadi hampir dimana saja, karena dalam penerapan cara baru memerlukan proses dimana penumpang dan petugas belajar untuk menyesuaikan.

Selain itu juga, penumpang yang belum terbiasa menghadapi mesin yang dalam prosesnya memerlukan waktu sehingga di saat jam sibuk pelayanan menjadi kurang maksimal.

"Berbeda di saat masih menggunakan tiketing, tinggal masuk menyerahkan tiket, dan itu prosesnya cepat. Kalau sekarang harus menyesuaikan dengan mesin yang dalam prosesnya perlu waktu minimal satu sampai dua menit," katanya.

Darmin menyebutkan, jumlah penumpang di Stasiun Besar Bogor mencapai 35.000 hingga 45.000 setiap harinya. Sehingga dengan pola baru menggunakan mesin elektronik yang memerlukan proses 1-2 menit serta kebiasaan masyarakat yang belum terbiasa memerlukan proses untuk adaptasi.

Ia mengatakan, Stasiun Besar Bogor telah melakukan upaya penambahan loket untuk melayani penumpang yakni membuka 12 loket commuter line dan tiga loket kereta ekonomi.

"Loket sudah kita perbanyak, di pintu Jalan Kapten Muslihat ada sembilan loket commuter line dan satu dua loket ekonomi, sedangkan di jalan Nyi Raja Permas ada tiga commuter line dan satu ekonomi," katanya.

Selain itu, pintu masuk dan keluar stasiun juga dinilai sudah memadai yakni tersedia 10 pintu keluar dan enam pintu masuk baik yang terdapat di gerbang Nyi Raja Permas dan Kapten Muslihat.

Mengantisipasi terjadinya antrian penumpang hari ini, lanjut Darmin, pihaknya menghimbau agar penumpang reguler untuk memaksimalkan penggunaan tiket multitrip, sehingga dapat langsung masuk stasiun tanpa antri di loket.

Tiket multitrip merupakan tiket prabayar yang menyipan saldo sehingga penumpang tidak perlu antri membeli tiket, Sedangkan singletrip, hanya untuk satu kali perjalanan sehingga penumpang harus membeli tiket sebelum berangkat.

Selain melayani tiket single dan multitrip, stasiun masih melayani penjualan tiket kertas untuk kereta ekonomi.

Pewarta: Laily Rahmawati
Editor: Unggul Tri Ratomo
Copyright © ANTARA 2013