Pertemuan ASEAN dengan China-Amerika tegaskan pentingnya perdamaian

Jakarta (ANTARA News) - Konferensi antar menteri ASEAN (The ASEAN Post Ministerial Conference/ PMC) dengan Amerika Serikat dan China salah satunya menegaskan pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan.

Dalam siaran pers yang diterima Antara pada Rabu, di Jakarta menyebutkan pertemuan ASEAN PMC dengan AS diketuai Menteri Luar Negeri Myanmar Wunna Maung Lwin dan Menteri Luar Negeri AS John Kerry.

Dalam pertemuan itu mencatatkan kepuasan mengenai status kerjasama ASEAN-AS yang telah memberikan kontribusi bagi perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di tingkat kawasan. Pertemuan itu menyetujui untuk melanjutkan upaya-upaya untuk meningkatkan kerjasama ASEAN-AS untuk level strategis dan menyambut baik pertemuan pertama ASEAN-AS di Bandar Seri Begawan tahun lalu.

Pertemuan itu mengenali kebutuhan pada kekuatan dan konsolidasi kerangka kerja sama ASEAN-AS dan menakinsme yang disebut Rencana Aksi untuk Implementasi ASEAN-AS dalam Peningkatan Kemitraan untuk Mempertahankan Perdamaian dan Kemakmuran 2011-2015 dan Rencana Kerja Kesepakatan Kerangka Perdagangan dan Investasi ASEAN-AS 2013 (TIFA Work Plan 2013).

Selain itu juga Rencana Kerja Sama Energi ASEAN-AS 2012-2014 untuk mempercepat pelaksanaan. Pertemuan itu menyambut baik Rangkaian Perjalanan Menteri-Menteri Ekonomi ASEAN di AS pada 10--13 Juni 2013.

Konferensi antar menteri ASEAN (The ASEAN Post Ministerial Conference/ PMC) dengan China salah satunya menegaskan pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di perairan Laut China Selatan dan pernyataan itu dicatatkan dalam enam poin prinsip di perairan tersebut.

Pertemuan itu menekankan pentingya penyelesaian perselisihan secara damai melalui konsultasi yang ramah. Selain itu negosiasi yang dilakukan oleh negara berdaulat berlangsung sesuai dengan prinsip-prinsip universal yang diakui hukum internasional termasuk Konvensi PBB mengenai Hukum Laut (UNCLOS) tahun 1982.

Pertemuan itu juga menyambut baik komitmen kolektif para negara anggota ASEAN dan China untuk secara penuh dan efektif mengimplementasikan Deklarasi Perilaku atas Pihak (Declaration on the Conduct of Parties) di Laut China Selatan. Hal iyu termasuk petunjuk untuk mengimplementasikan DOC dan bekerja mengadopsi kode tata berperilaku (code of conduct/ COC) seabgai dasar konsensus.

Pertemuan ASEAN-China diketuai Wakil Perdana Menteri dan Menteri luar negeri Thailand H.E. Surapong Tovichakchaikul dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi. Pertemuan itu menyambut baik partisipasi Wang Yimenjadi yang pertama kali menjadi ketua dalam acara tersebut.

Selain itu, pertemuan tersebut mencatatkan kebanggaan atas capaian pola kerja Hubungan Dialog ASEAN-China dan dalam implementasi Rencana Kerja untuk periode 2011--2015 untuk implementasi Deklarasi Bersama dalam Strategi Kemitraan untuk Perdamaian dan Kemakmuran. Hal itu melalui spektrum aktivitas yang kooperatif dalam bidang politik-keamanan, ekonomi dan sosial-budaya.(*)

Pewarta: Imam Budilaksono
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Menelaah manfaat Perjanjian Dagang RCEP bagi Indonesia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar