counter

Pisau Kudus mulai diminati pembeli luar negeri

Kudus (ANTARA News) - Produk pisau di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mulai diminati pembeli dari luar negeri, karena cukup berkualitas dengan harga jual yang relatif murah.

Seorang perajin pisau di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kudus, Sahri Baedlowi, di Kudus, Selasa, mengakui produk pisau Hadipolo atau dikenal dengan sebutan Bareng memang sudah dikenal masyarakat di Tanah Air sehingga pemasarannya cukup luas.

Beberapa pihak yang mencoba mengenalkan produk pisau Bareng, katanya, juga membuat sejumlah pembeli dari luar negeri mulai melirik produk pisau Kudus itu.

Tercatat, kata dia, dua pembeli dari dua negara yang sudah membeli produk pisau Kudus, yakni berasal dari Australia dan Taiwan.

Pembeli dari Taiwan, kata dia, memesan pisau dengan ukuran khusus, karena meminta produk pisau dengan ketebalan sekitar 1,5 milimeter.

Harga yang ditawarkan, kata dia, sekitar Rp5.000 per pisau dengan ukuran sedang, sedangkan ukuran yang lebih panjang tentunya juga lebih mahal.

Pembeli asal Taiwan tersebut, kata dia, memesan 180 kodi pisau dengan ukuran pisau terdiri dari sembilan jenis.

"Jika kualitas dan ketajamannya sesuai standar yang diinginkan, pemesanan berikutnya akan dilakukan," katanya.

Informasinya, kata dia, pisau Kudus tersebut hendak dijual kembali di negara asalnya dan beberapa negara di Asia.

Pembeli dari Australia, kata dia, memesan 60 set pisau dengan harga per set dengan isi enam pisau sebesar Rp80.000.

Hanya saja, kata dia, hingga sekarang belum memesan kembali.

"Mudah-mudahan, pembeli asal Taiwan nantinya tertarik memesan kembali," katanya.

Apalagi, kata dia, pembeli tersebut memang menginginkan pisau hasil kerajinan tangan.

Bahan baku yang dipakai, kata dia, merupakan bahan bekas yang mudah diperoleh di beberapa pedagang khusus stainless bekas maupun aluminium serta besi bekas di Desa Hadipolo.

Hingga saat ini, kata dia, tidak ada permasalahan dengan ketersediaan bahan baku untuk membuat pisau.

Pemasaran pisau, kata dia, sudah merambah di sejumlah daerah di Tanah Air, termasuk Papua, Nusa Tenggara Barat, Bali, Kalimantan, serta beberapa daerah di Jawa.

Pewarta: Akhmad Nazaruddin Lathif
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar