Merokok, pilihan mati secara perlahan

Merokok, pilihan mati secara perlahan

Ilustrasi. (FOTO.ANTARA News/Ist)

Nikotin yang dikandung rokok adalah rajanya zat adiktif...
Jakarta (ANTARA News) - Aktivis Komisi Nasional Pengendalian Tembakau (Komnas PT) dr Hakim Sorimuda Pohan mengatakan merokok adalah budaya yang tak harus dipertahankan karena merokok adalah pilihan cara mati secara perlahan.

"Nikotin yang dikandung rokok adalah rajanya zat adiktif. Hasil penelitian menyatakan rokok menyebabkan kanker, gangguan usus, kelenjar liur, mempercepat menopause dan gangguan fungsi ovarium," kata Hakim Sorimuda Pohan di Jakarta, Rabu.

Hakim menjadi pembicara dalam "Capacity Building" kepada kelompok perempuan tentang pengendalian tembakau yang diadakan Kongres Wanita Indonesia (Kowani).

Hakim mengatakan tembakau bahan baku rokok bukanlah tanaman asli Indonesia. Tembakau mulai diperkenalkan oleh Belanda melalui VOC atau Kompeni.

"Tanaman asli Nusantara adalah rempah-rempah. Jadi tidak benar kalau tembakau dan merokok adalah tanaman dan budaya asli Indonesia," tuturnya.

Hakim mengatakan merokok juga telah melanggar sila kedua Pancasila, Kemanusiaan yang adil dan beradab, karena merokok telah melanggar adab karena membahayakan manusia.

Pewarta: Dewanto Samodro
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Situs Duplang, pesona megalitikum di Jember

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar