Jakarta (ANTARA News) - Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jumat menambah jumlah pasukannya ke beberapa lokasi bencana di Jawa Barat (Jabar) dan Jawa Tengah (Jateng), untuk mempercepat penanganan korban bencana gempa dan tsunami yang melanda pesisir selatan Jawa. "Pada Jumat ini, jumlah pasukan yang dikerahkan kembali mencapai 1.759 personel," kata Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Laksamana Muda Mohammad Sunarto Sjoekronoputro di Jakarta. Sebanyak 1.759 personel yang dkerahkan itu berasal dari Kodam III/Siliwangi berjumlah 989 orang, Kodam IV/Diponegoro (635 orang), Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Cilacap (100 orang) dan Pos TNI Angkatan Laut (Posal) Pangandaran 35 orang. Tidak itu saja, apabila masih perlu tambahan, Pasukan Cadangan dari Kodam III/Siliwangi siap untuk digerakkan, kata Sunarto menambahkan. Kapuspen menjelaskan, 989 personel dari Kodam III/Siliwangi, dikerahkan ke Ciamis/Pangandaran. Sedangkan untuk wilayah Tasikmalaya, TNI mengerahkan 214 personel terdiri atas Brigif-13/K (117 orang), Korem (30 orang), Kodim (20 orang), Kesdim tujuh orang, Denbekang/GRT sepuluh orang dan Hubdam III/SLW 30 orang. Untuk penanganan korban di Jateng, 635 personel TNI dari Kodam IV/Diponegoro, dikerahkan ke wilayah Kabupaten Cilacap, Purworejo dan Kebumen, yang berasal dari Yonif-405 (310 orang), Yonif-407 (215 orang), Denkesyah Cilacap (10 orang) dan Organik wilayah setempat 100 orang, serta Lanal Cilacap 100 orang. "Pengerahan bantuan personel tersebut dilengkapi dengan alat peralatan meterial bantuan TNI diantaranya Komunikasi Mobil satu unit, Pesawat Radio Komunikasi 20 buah, HT 13 buah, Repiater tiga set, Genset tiga buah, Dump Truk 10 unit, Loader satu unit, Becho satu unit, Ambulance 15 unit, Alkap Dokter satu unit, Tenda Kesehatan 12 unit, obat-obatan delapan box, Truk 33 unit, Velbet 200 buah, Dapur Lapangan 10 unit, beras dua ton dan truk tangki air bersih empat unit," tutur Sunarto. Tidak hanya peralatan, TNI juga mengerahkan satu Helikopter Puma SA-330/A-3306 ( stand by di Tasikmalaya ), satu Helikopter Colibri-120/HL-1205 ( stand by di Tasikmalaya ) dan dua unit Helikopter Colibri-120 ( stand by di Lanud Wirasaba Purbalingga Jateng ). Tentang korban jiwa dan meteriel hingga hari kelima pasca bencana tercatat, Kabupaten Ciamis, Tasikmalaya dan Garut, meninggal dunia 335 orang (tiga orang WNA), luka-luka 952 orang, hilang 157 orang. Sedangkan kerugian materiel berupa rumah rusak 1.079 unit, hotel rusak 83 unit, ruko rusak 246 unit, masjid rusak dua unit dan kendaraan 29 unit. Sementara di Kabupaten Cilacap, Purworejo dan Kebumen, Jawa Tengah tercatat meninggal dunia 139 orang, luka-luka 40 orang dan hilang 49 orang. Kerugian materiel tercatat rumah rusak 14 unit, kapal nelayan 1.018 unit, Warung 56 unit, kios 15 unit, kendaraan 29 unit, kolam renang tiga unit, mushola dua unit dan sepeda motor 13 unit. "Sampai saat ini pasukan TNI masih melaksanakan penyisiran, pencarian korban yang hilang, melaksanakan evakuasi, pembersihan jalan dan pelayanan pengobatan," kata Sunarto.(*)

Editor: Heru Purwanto
Copyright © ANTARA 2006