Pembunuh 99 orang

Oleh Tifatul Sembiring

Pembunuh 99 orang

ilustrasi Umat muslim melaksanakan shalat Tarawih perdana di Masjid Menara Kudus, Kudus, Jateng, Selasa (9/7). (ANTARA FOTO/ Andreas Fitri Atmoko) ()

Jakarta (ANTARA News) - "Katakanlah, hai hamba-hambaKu yang telah melampaui batas (berdosa), janganlah putus asa terhadap rahmat Allah. Sesungguhnya Allah swt. mengampuni segala dosa, sungguh Dia Maha Pengampun dan Penyayang" QS Az-Zumar: 53.

Dalam hadits riwayat Bukharie & Muslim, dikisahkan seorang Bani Israil telah membunuh 99 orang, kemudian ingin bertaubat. Dia mencari tempat bertanya, lalu berjumpa seorang abid, ahli ibadah.

Pembunuh ini bertanya, "Aku telah membunuh 99 orang, tapi aku ingin bertaubat. Apakah taubatku akan diterima?". Sang abid menjawab, "Tidak bisa !". Lantas abid itu dibunuhnya pula, maka dia telah membunuh genap 100 orang.

Lalu pembunuh ini masih mencari tempat bertanya, dan berjumpalah dengan seorang alim. Pembunuh itu bertanya, "Aku sudah membunuh 100 orang, tapi aku ingin bertaubat. Apakah taubatku akan diterima".

Orang alim itu menjawab,"Oh, tentu diterima".

Lantas orang alim itu memberi tahu, kalau si pembunuh itu ingin sungguh-sungguh taubat, maka ia harus pindah dari daerah ini, karena. masyarakatnya berperangai sangat buruk.

"Pergilah ke negeri anu, disana banyak orang beribadah, ikutilah mereka". Maka si pembunuh 100 orang itupun pergi.

Tiba-tiba orang itu meninggal di tengah perjalanan, lalu berebutlah antara malaikat rahmat dan malaikat azab. Masing-masing mengklaim orang ini bagian dia.
Malaikat rahmat berkata, "Orang ini sudah berazam untuk bertaubat". Malaikat azab menjawab, "Tapi kan belum sampai ke tujuannya".

Lalu Allah mengutus malaikat untuk menengahinya, lantas disuruh untuk mengukur jaraknya, mana yang lebih dekat, dari tempat berangkatnya atau ke tujuannya.

Setelah diukur, ternyata mayat itu lebih dekat hanya sejengkal kearah tujuannya. Maka orang itu menjadi bagian malaikat rahmat dan masuk surga.

Ciri orang takwa itu adalah suka bertaubat, "Dan apabila mereka terlanjur berbuat dosa kekejian atau menzhalimi dirinya, mereka ingat kepada Allah dan meminta ampun atas dosa-dosanya". QS Ali-Imran :135.

Bertaubatlah sebelum nyawa sampai di tenggorokan. Dan tentunya upayakan menjauhi dosa-dosa besar seperti: syirik kepada Allah, durhaka pada orangtua, membunuh orang, berzina dsb.

Jika engkau mendekat sejengkal, Allah akan mendekat sehasta
Jika engkau mendekat sehasta, Allah akan mendekat sedepa
Jika engkau berjalan menuju Allah, Allah akan berlari menuju engkau
Karena Allah adalah Maha Pengampun….


(*)

Oleh Tifatul Sembiring
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2013

MUI Kota Ternate imbau umat muslim laksanakan tarawih di rumah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar