Utamakan kesehatan janin saat berpuasa

Utamakan kesehatan janin saat berpuasa

Seorang tim medis memeriksa kandungan Ibu Hamil. (ANTARA/Noveradika)

Jika kesehatan janin dinyatakan sehat dan mendukung ibadah puasa, maka ibu hamil dapat melakukan puasa dan hal tersebut tidak mengganggu perkembangan janin,"
Jakarta (ANTARA News) - Spesialis Kebidanan Rumah Sakit MRCCC Siloam dr. Imam Rasjidi, SPOG (K) Onk mengatakan sebaiknya ibu hamil mengutamakan kesehatan janin saat ingin menjalankan ibadah puasa Ramadhan agar perkembangannya tidak terganggu.

"Jika kesehatan janin dinyatakan sehat dan mendukung ibadah puasa, maka ibu hamil dapat melakukan puasa dan hal tersebut tidak mengganggu perkembangan janin," ujar dr. Imam Rasjidi, SPOG (K) Onk di Jakarta, Rabu.

Imam mengatakan berpuasa tidak akan membahayakan kesehatan ibu dan janin, selama kondisi tubuh ibu dalam keadaan baik.

Namun, lanjut Imam, untuk mengetahui kondisinya, ibu hamil perlu berkonsultasi dengan dokter kandungan dan memastikan resiko puasa pada kehamilannya agar mendapatkan saran yang sesuai dengan kesehatan janin.

"Dokter biasanya memberikan penilaian melalui berat badan, yaitu jika berat badan ibu hamil selama awal kehamilan tidak mencapai 3,5 - 4 kilogram atau diakhir masa kehamilan kenaikannya masih di bawah 12,5-14 kilogram, maka disarankan untuk tidak berpuasa, karena dikhawatirkan akan mengganggu perkembangan janin," ujar Imam.

Imam menambahkan, pertumbuhan berat badan janin juga menjadi pertimbangan, apakah sesuai dengan usia kehamilan atau tidak, artinya tidak terjadi kelambatan pertumbuhan janin berdasarkan hasil pemeriksaan dokter.

Selain itu, lanjut Imam, ibu hamil boleh menjalankan puasa jika sudah tidak mengalami mual dan muntah, biasanya setelah kehamilan memasuki usia 16 - 18 bulan.

"Sebaiknya sang ibu `cuti` berpuasa pada trimester (tiga bulan) pertama kehamilan, karena pada masa ini tubuh ibu dipengaruhi kuat oleh hormon kehamilan (beta-HCG) yang kerap memicu rasa mual, kembung dan lemas," kata Imam.

Apabila terjadi gangguan, lanjut Imam, baik pada kondisi fisik ibu maupun janin, seperti gerakannya yang lebih pasif di waktu malam hari, maka sebaiknya ibu hamil tidak berpuasa dan menggantinya di hari lain.

Menurut Imam, pola makan ibu hamil sangat menentukan kesehatan dan kecerdasan bayi di masa mendatang, oleh karena itu ibu hamil wajib memenuhi asupan yang sehat selama hamil, terlebih saat menjalankan ibadah puasa.

"Salah satu hal yang menjadi perhatian saat hamil berpuasa adalah berkurangnya asupan gizi karena berkurangnya waktu makan. Namun hal itu dapat disiasati dengan pengaturan menu saat sahur dan berbuka," kata Imam.

Pewarta: Sella P Gareta
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Menko PMK tinjau RS penanganan COVID-19 untuk ibu hamil di Bandung

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar