Walhi: kondisi sungai di Jabar memprihatinkan

Walhi: kondisi sungai di Jabar memprihatinkan

Seorang pemulung mencari sejumlah barang bekas di tumpukan sampah di Kampung Cipurut kawasan anak Sungai Cikapundung, Kec. Dayeuhkolot, Kab. Bandung, Jabar. (FOTO ANTARA/Fahrul Jayadiputra)

DAS merupakan sumber kehidupan manusia dan mahluk hidup serta memiliki fungsi dalam ruang hidup siklus hidrologis
Bandung (ANTARA News) - Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat Dadan Ramdan menyatakan secara kuantitif dan kualitatif kondisi sungai di Jabar kian memprihatinkan.

"Kondisi sungai-sungai di Jawa Barat sangat memprihatinkan baik secara kualitatif maupun kuantitatif mulai dari hulu, tengah, hilir hingga muara," kata Ramdan di markas Walhi Jabar di Bandung, Minggu.

Menurutnya, sungai-sungai di Jabar sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Sekarang sungai menjadi tempat buangan sampah dan limbah industri.

Kondisi sungai yang semakin parah sebagian besar imbas dari kesalahan pengelolaan oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan. Walhi mengimbau masyarakat tetap menjaga kelestarian sungai karena merupakan sumber kehidupan dan titipan alam.

"Sungai telah memberikan manfaat yang besar pada manusia baik secara ekologi, ekonomi, dan kehidupan sosial masyarakat, maka wajib hukumnya dijaga bersama-sama," katanya.

Pada peringatan Hari Sungai Nasional yang jatuh pada Sabtu (27/7), Ramdan menekankan bahwa daerah aliran sungai (DAS) memiliki fungsi yang sangat penting bagi manusia dan mahluk hidup.

"DAS merupakan sumber kehidupan manusia dan mahluk hidup serta memiliki fungsi dalam ruang hidup siklus hidrologis," kata Ramdan.

Pewarta:
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar