counter

Alqaeda tuduh AS rancang penggulingan Moursi

Alqaeda tuduh AS rancang penggulingan Moursi

Pendukung presiden Mesir yang terguling, Mohamed Moursi, saat berunjuk rasa di Kairo pada 7 Juli 2013. (REUTERS/Mohamed Abd El Ghany)

Kairo (ANTARA News) - Pemimpin Alqaeda Ayman al-Zawahiri menuduh AS bersekongkol dengan militer Mesir, kaum sekuler dan kelompok non muslim untuk menjatuhkan Presiden Mohamed Moursi.

Dalam pesan radio yang diposting ke forum para militan muslim, al-Zawahiri yang berasal dari Mesir ini, mengomentari kudeta militer 3 Juli dengan berkata, "Para salibis, sekularis dan tentara yang teramerikanisasi bercampu dengan uang (dari negara-negara) Teluk dan Amerika bersekongkol untuk menjatuhkan pemerintah Mohammed Moursi."

Dalam rekaman berdurasi 15 menit itu, Zawahiri juga menuduh minoritas Kristen Koptik Mesir mendukung penggulingan Moursi demi mendirikan kawasan sendiri di selatan Mesir.

Zawahiri juga menyerang Wakil Presiden Mohamed ElBaradei sebagai "utusan kepercayaan Amerika," seraya menyebut mantan bos Badan Energi Atom Internasional sebagai "penghancur Irak."

Zawahiri yang mendirikan kelompok Jihad Islam di Mesir, mengkritik gerakan Ikhawanul Muslimin terlalu lunak dalam menerapkan hukum Islam yang tegas.

"Pemerintahan Ikhwanul Muslimini berusaha memberi tempat sebanyak mungkin kepada Amerika dan para sekularis, namun Amerika dan kaum sekularis tak puas," kata Zawahiri,  yang diyakini bersembunyi di suatu tempat di Afghanistan atau Pakistan.

"Mereka tidak mempercayai pemerintah Moursi karena mereka tidak bisa melupakan slogan Ikhwanul 'Jihad adalah perang kami, dan mati di jalan Allah adalah cita-cita tertinggi kami'," kata dia seperti dikutip AFP.

"Ikhwanul meninggalkan slogan itu, dengan mengganti dengan slogan 'Islam adalah solusi', namun para salibis dan sekularis tak melupakannya," sambung dia .

"Apa yang telah terjadi adalah bukti terbesar dari kegagalan demokrasi yang bertujuan untuk mendirikan pemerintah Islam," kata dia mengenai kudeta tersebut. "Saya menyeru mereka bersatu untuk menerapkan hukum Islam."

Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar