Jakarta (ANTARA News) - Tradisi pulang kampung guna merayakan Idul Fitri (Lebaran) yang populer dengan mudik, setiap tahun bak air deras yang arusnya sulit untuk dibendung.

Seperti halnya pada arus mudik --dan nantinya setelah merayakan Lebaran di kampung halaman dilanjutkan dengan arus balik--pada Lebaran 2013 yang pada Sabtu ini sudah memasuki H-6, hingar-bingar kendaraan pemudik sudah marak.

Kendaraan pribadi maupun angkutan publik, baik ukuran kecil, sedang maupun besar, khususnya yang memakai jalur transporasi darat, kini sudah menjadi pemandangan sehari-hari yang melaju di berbagai jalur, khususnya di pantai utara (Pantura) Pulau Jawa dan juga jalur selatan.

Arus manusia pemudik yang mencapai jutaan setiap tahun, mau tak mau kini sudah menjadi problematika sosial yang tidak mudah diatasi, meski sejumlah ikhtiar telah dilakukan pemerintah.

Dalam kasus mudik, moda transportasi darat pemudik yang menggunakan roda dua atas sepeda motor, masih diposisikan sebagai sarana yang tidak aman.

"Sepeda motor memang tidak dirancang untuk perjalanan jauh, sehingga rentan terjadi kecelakaan lalu-lintas dengan berbagai sebab," begitu yang sering disampaikan pejabat terkait, baik dari Polri maupun Kementerian Perhubungan.

Namun, agaknya apa yang disampaikan itu bukan tanpa rujukan.

Pada Raker bersama Komisi V DPR yang mengevaluasi arus mudik dan balik Lebaran 2012 pada September, Menteri Perhubungan EE Mangindaan menyodorkan data bahwa angka kecelakaan kendaraan roda dua mendominasi pada masa angkutan Lebaran 2012 dari periode H-7 hingga H+7.

Ia mengungkapkan bahwa kendaraan yang terlibat kecelakaan didominasi oleh sepeda motor dengan jumlah 72 persen.

Menhub menjelaskan total kejadi kecelakaan pada masa angkutan Lebaran 2012 sesuai data Polri, yakni sejumlah 5.233 kejadian.

"Angka ini naik sebesar 10,3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu (2011), yang hanya 4.744 kejadian," katanya.

Sedangkan jumlah kendaraan yang terlibat kecelakaan pada 2012 sejumlah 8.032 kendaraan atau mengalami kenaikan sebesar 32,48 persen dari tahun sebelumnya dengan jumlah 6.063 kendaraan.

Selama masa angkutan Lebaran 2012, rata-rata harian jumlah kecelakaan naik 8,2 persen dibanding hari normal, dan rata-rata harian jumlah korvan kecelakaan meninggal dunia sebanyak 34,48 persen lebih rendah dibanding hari normal.

Menurut Mangindaan realisasi jumlah kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor mengalami kenaikan sebesar 23,78 persen dari 2011 jumlahnya 1.568.852 unit naik menjadi 1.941.914 unit.

Imbauan Polri

Polri, selama ini adalah pihak yang tidak henti-hentinya menyampaikan imbauan bagi para pemudik, di mana intinya meminta masyarakat tidak menggunakan sepeda motor untuk jarak jauh.

Kepala Korps Lalulintas (Kakorlantas) Mabes Polri Irjen Pudji Hartanto mengimbau pemudik dapat memanfaatkan fasilitas angkutan Lebaran yang disediakan pemerintah.

Senada dengan yang disampaikan Menhub, menurut Kakorlantas, imbauan tersebut diungkapkan setelah berdasarkan evaluasi pada 2012 angka kecelakaan pemudik yang menggunakan sepeda motor cukup tinggi jika dibandingkan tahun 2011.

Ia mengemukakan dari 2011 ke 2012 jumlah kecelakaan naik 30 persen, di mana jumlah korban meninggal mencapai sekitar 20 persen.

"Sekali lagi, kami imbau pemudik tidak menggunakan motor, dan memanfaatkan fasilitas gratis angkutan mudik yang disediakan Kemenhub," kata Pudji Hartanto.

Melalui laman http://komisikepolisianindonesia.com/kasus/read/3799/himbauan-polri-untuk-para-pemudik.html, yang disampaikan "National Traffic Management Cetre" Korlantas Polri disebutkan bahwa sebagai bentuk perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat serta sekaligus juga untuk memelihara keamanan dan ketertiban pada perayaan Idul Fitri, Polri dan seluruh jajarannya melaksanakan Operasi Ketupat.

Kegiatan itu adalah operasi terpadu yang rutin dilaksanakan, dan menitik-beratkan pada situasi dan kondisi lalu lintas agar tetap aman, selamat, tertib dan lancar.

Korlantas Polri sebagai salah satu pembina jalan raya yang telah ditunjuk Negara mengimbau kepada seluruh pemudik untuk tidak menggunakan sepeda motor sebagai alat transportasi mudik.

"Karena sepeda motor tidak dirancang untuk perjalanan jauh, tidak berpenumpang lebih dari dua orang, serta tidak membawa beban berlebih,".

Ditambahkan, "Gunakan selalu lajur kiri dan gunakan lajur kanan hanya untuk mendahului serta memperhatikan jarak pandang saat hendak mendahului kendaraan lain agar terhindar dari kecelakaan .

Tips mudik motor

Meski imbauan setiap tahun selalu digemakan Polri dan jajaran terkait, namun sejauh ini efektivitasnya belum optimal, terbukti dari masih dipilihnya sepeda motor untuk mudik.

Alasan ekonomi, seperti lebih murah, tidak mudah mendapat tiket mudik, baik untuk bus maupun kereta api, sering menjadi dalih untuk tetap memilih melaju dengan roda dua untuk mudik ke kampung halaman.

Namun, bagi yang tetap memilih sepeda motor, Polri juga memberikan tips untuk mudik aman menggunakan kendaraan roda dua (http://www.metro.polri.go.id/trips-a-trik/1065-tips-mudik-aman).

Di antaranya, untuk yang baru pertama kali mudik menggunakan sepeda motor disarankan untuk mengendarai motor tanpa penumpang dibelakang (pembonceng).

Kemudian, usahakan apabila mudiknya rombongan tidak usah terlalu banyak anggota, cukup empat atau lima orang saja. Karena mudik pada puncak arus mudik akan susah mengontrol anggota apabila jumlah rombongan terlalu banyak.

Tips lainnya, saling tukar menukar nomor telepon seluler (HP) untuk jaga-jaga apabila ada salah satu rombongan tersesat, dan beri tanda-tanda tertentu pada bagian belakang sepeda motor, misalnya dengan menambahkan lampu yang warna mencolok di mana hal ini untuk mempermudah teman yang ada dibelakang apabila perjalanan pada malam hari.

Selanjutnya, periksa kendaraan anda sebaik mungkin dimulai dari putaran roda kendaraan. Caranya dengan memutarkan roda kendaraan. Jika terasa berat saat berputar maka kemungkinan ada yang tidak beres pada poros roda sehingga perlu cek roda kendaraan mulai dari as roda kendaraan, stempet laher roda hingga pelek roda kendaraan apakah bengkok atau tidak.

Perhatikan angin pada ban kendaraan, jangan terlalu keras dan jangan terlalu lembek. Sesuaikanlah angin yang akan diberikan dengan beban kendaraan yang akan dipergunakan saat mudik.

Kemudian, memeriksa kembali rem kendaraan, mengguna jaket yang tidak terlalu ketat dan disarankan menggunakan helm yang tertutup penuh.

Selain itu, siapkan perbekalan sebelum berangkat, khususnya air minum untuk mengurangi sengatan dari matahari.

Tips yang juga harus menjadi perhatian, yakni istirahat sesaat setelah mengendarai motor selama kurang lebih dua jam di jalan raya di posko-posko mudik, masjid, pom bensin atau tempat-tempat lain yang dirasakan aman.

Fokus lainnya, yakni tertib berlalu lintas, mengikuti rambu rambu lalu lintas, dan bisa meminta saran petugas yang ada.

Karena mudik juga adalah perjalanan dalam konteks spiritual, pemudik diminta untuk selalu berdoa, memohon perlindungan Allah SWT.

Dengan sejumlah imbauan dan tips yang ada, masyarakat tidak ada salahnya bisa mematuhi sehingga harapan mudik aman dapat diwujudkan.

(A035/Z003)

Pewarta: Andi Jauhari
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2013