Ini tokoh penerima tanda kehormatan

Ini tokoh penerima tanda kehormatan

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) memberikan Bintang Tanda Jasa Bintang Mahaputera Adipradana kepada mantan Ketua MK Mahfud MD, pada Upacara Penganugerahan Tanda Kehormatan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (13/8). Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan Bintang Tanda Jasa kepada sejumlah tokoh RI atas dedikasi mereka kepada bangsa dan negara. (ANTARA FOTO/Andika Wahyu)

Sejumlah 28 tokoh nasional menerima tanda kehormatan RI ..."
Jakarta (ANTARA News) - Sejumlah tokoh nasional menerima tanda kehormatan Republik Indonesia yang disematkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atas nama pemerintah.

Sejumlah 28 tokoh nasional menerima tanda kehormatan RI yang terdiri dari Bintang Mahaputera Adipradana, Bintang Mahaputera Utama, Bintang Mahaputera Nararya, Bintang Jasa Utama, Bintang Budaya Parama Dharma, dan Bintang Jasa Nararya.

Penerima Bintang Mahaputera Adipradana masing-masing Muhammad Machfud MD, Hatta Rajasa, Sudi Silalahi, Purnomo Yusgiantoro, Jero Wacik, Djoko Kirmanto, Muhammad Nuh, Suryadharma Ali, Mari Elka Pangestu, Fauziah Fauzan Elmuhammady, dan dr. Samhari Baswedan.

Sementara penerima Bintang Mahaputera Utama Nur Alam, Muhammad Sani, dan Hasan Basri Agus.

Penerima Bintang Mahaputera Nararya Kolonel Ckm dr Terawan Agus Putranto.

Penerima Bintang Jasa Utama diberikan kepada Marzan Aziz Iskandar, Achmad Tanribali Lamo, Suyanto, Rendra Kresna, dan Sri Suryawidati.

Penerima Bintang Budaya Parama Dharma masing-masing Alm Retna Kencana Colliq Pujie Arung Pancana Toa, Alm Hamzah Al Fansuri, Alm Haji Hasan Mustafa, Alm Gede Manik, Alm Soewarsih Djojopoespito dan Alm Kanjeng Gusti Panembahan Hadiwidjojo Maharsitama.

Dan Bintang Jasa Nararya dianugerahkan pada Marwansyah Lobo Balia dan Alim Markus.

Penganugerahan diberikan di Istana Negara Jakarta. Selain dihadiri Presiden, hadir juga Wakil Presiden Boediono, Ketua Lembaga Negara dan para menteri serta pejabat lainnya.

Pewarta:
Editor: Ella Syafputri
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar