Diaspora Indonesia sepakat bentuk jaringan global

Diaspora Indonesia sepakat bentuk jaringan global

Kongres Diaspora Indonesia II di Jakarta Convention Center, Senin (19/8). (ANTARA FOTO/Fanny Octavianus)

Diaspora juga sepakat mendirikan untuk kepentingan diaspora yang berbadan hukum Indonesia di Jakarta, dan melaksanakan Kongres Diaspora Indonesia setiap dua tahun sekali,"
Jakarta (ANTARA News) - Para diaspora Indonesia yang berasal dari berbagai penjuru dunia sepakat membentuk jaringan global diaspora Indonesia yang mewakili seluruh cabang nasional, ujar Ketua Desk Diaspora Kementerian Luar Negeri Indonesia M Wahid Supriyadi.

"Diaspora juga sepakat mendirikan untuk kepentingan diaspora yang berbadan hukum Indonesia di Jakarta, dan melaksanakan Kongres Diaspora Indonesia setiap dua tahun sekali serta mendorong diaspora cabang di kawasan untuk melakukan pertemuan antara (intersessional meeting)," ujar M Wahid Supriyadi dalam penutupan Kongres Diaspora Indonesia II di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa.

Menurut dia, para diaspora Indonesia juga telah menyepakati rencana aksi di sejumlah bidang yang dibahas dalam Kongres, antara lain: energi, pendidikan, kota layak huni, inovasi-teknologi, bisnis-investasi, kuliner, ekonomi hijau, tenaga kerja migran dan imigrasi-dwi kewarganegaraan.

"Sesuai dengan apa yang disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutannya kemarin, beliau menekankan pentingnya tiga pilar sinergi diaspora, pertama sinergi antar komunitas diaspora, kedua, sinergi diaspora pemerintah dan ketiga sinergi diaspora dengan berbagai pemangku kepentingan," kata dia.

Ketiga pilar energi tersebut, ia mengatakan, terlihat jelas telah terjalin selama Kongres dan akan terus diperkuat di masa mendatang dalam pelaksanaan hasil-hasil Kongres.

"Desk Diaspora Indonesia di Kementerian Luar Negeri, dengan dukungan penuh Perwakilan RI di luar negeri, senantiasa membuka diri untuk memfasilitasi para diaspora yang ingin berkontribusi bagi kemajuan bangsa," kata dia.

Dalam acara penutupan Kongres Diaspora Indonesia II tersebut Diaspora Indonesia memberikan Penghargaan Diaspora kepada Mantan Presiden Ketiga RI BJ Habibie.

Penghargaan Diaspora atau "Diaspora Award" diserahkan oleh Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa di Balai Sidang Jakarta (JCC), Selasa.

Dalam sambutannya, Habibie menyampaikan pentingnya tiga sinergi untuk memajukan bangsa, yakni budaya, teknologi dan agama.

"Kita harus bekerja keras dalam tiga hal itu, bekerja dengan detail karena `the detail is the evil`," kata dia.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya peran ibu dalam kemajuan bangsa untuk mendidik anak-anaknya.

"Karena ibu berperan dalam proses pembudayaan. Saya tidak setuju ibu-ibu kerja ke luar negeri karena dengan siapa anaknya belajar mengenai proses pembudayaan itu. Saya bersyukur menikmati suatu proses pembudayaan dan pendidikan yang bersinergi positif. Mulai dari bayi sampai dilepaskan di sekolah , mengalami proses pembudayaan yang datang dari ibu dan bapak saya, " kata dia.

Selain memberikan Penghargaan Diaspora sebagai anugerah yang tertinggi, Diaspora Indonesia juga memberikan penghargaan kepada 15 diaspora lainnya dalam kategori, antara lain pemahaman kebudayaan ("cultural understanding"), kepemimpinan ("leadership"), kewirausahaan ("entrepreneurship"), pemahaman lintas agama ("interfaith activsm"), dan dedikasi sosial ("social dedication").(*)

Pewarta: Azis Kurmala
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Menjaga kelestarian budaya melalui parade pencak silat

Komentar