counter

Indonesian Cultural Night "hipnotis" publik Yunani

London (ANTARA News) - "Indonesian Cultural Night, A journey to Witness Indonesia Rich and Diverse Culture" yang diselenggarakan KBRI Athena "menghipnotis" masyarakat Yunani.

Teater terbuka Dora Stratou yang setiap malamnya menjadi tempat pertunjukan tarian tradisional Yunani, berubah menjadi panggung pementasan tarian dan musik tradisional Indonesia yang dibawakan oleh  tim tari dari "London School Public Relations" Jakarta, demikian sekretaris pertama KBRI Athena Jani Mediawati Sasanti kepada Antara London, Kamis.

Pementasan tujuh tarian tradisional Indonesia dibuka dengan penampilan Tari Neng Centhil dilanjutkan Tari Pakarena dengan beragam gerakan dengan kipas yang menawan.

Tepuk tangan meriah dari 700 penonton yang hadir .

Grup Angklung KBRI Athena yang terdiri dari staf KBRI dan masyarakat Indonesia juga tampil membawakan lagu Burung Kaka Tua dan Ta Pedia Tou Pirea, ujar Jani Mediawati Sasanti.

Menurut Jani Mediawati Sasanti, begitu menyadari bahwa lagu kedua adalah lagu khas Yunani, penonton yang hadir langsung bertepuk tangan dan tanpa dikomando menyanyikan bersama lirik lagu tersebut sampai selesai.

Tim angklung yang terbentuk awal tahun 2013 berhasil menghibur penonton, sehingga ketika pembawa acara mengadakan kuis dengan hadiah instrumen angklung, para penonton sangat bersemangat mengacungkan tangan untuk menjawab dan mendapatkan hadiah.

"Pertanyaan-pertanyaan umum sekitar Indonesia berhasil dijawab dengan baik dan benar oleh penonton masyarakat Yunani," katanya.

Sesi kedua diawali dengan penampilan tari pergaulan Maluku, Gaba-gaba yang menggunakan bambu sebagai properti tarian. Kekompakan para penari Gaba-gaba disusul dengan gemulainya gerakan para penari Putri Enggang.

Diiringi petikan alat musik khas Kalimantan, Sampek, para penari kembali membuat penonton terpana dengan keragaman budaya Indonesia.

Tarian Piring Cupak dan instrumentalia lagu-lagu Indonesia berupa Manuk Dadali, Ondel-ondel dan Indonesia Pusaka merupakan rangkaian selanjutnya dari penampilan apik 28 penari dan pemusik LSPR.

Sebagai puncak dan penutup acara ditampilkan tari Saman yang berhasil menghipnotis penonton.

Setiap akhir rangkaian gerakan tari Saman mendapat tepuk tangan yang hangat dan pujian "bravo" dari para penonton yang tak beranjak sama sekali selama satu setengah jam pertunjukan.

Pewarta: Zeynita Gibons
Editor: Aditia Maruli Radja
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar