Suciwati desak polisi ungkap pencurian "Omah Munir"

Suciwati desak polisi ungkap pencurian "Omah Munir"

ilusrasi Presidium Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK), Suciwati melakukan aksi Kamisan di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (19/7). (FOTO ANTARA/Dian Dwi Saputra)

Saya curiga, kasus pencurian itu direkayasa oleh pihak tertentu karena hasil penyelidikan polisi belum jelas hingga dua pekan kasus itu dilaporkan,"
Jember (ANTARA News) - Istri almarhum aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Munir, Suciwati, mendesak aparat kepolisian mengungkap kasus pencurian di rumah yang akan dimanfaatkan sebagai pusat pendidikan dan kampanye HAM "Omah Munir".

"Saya curiga, kasus pencurian itu direkayasa oleh pihak tertentu karena hasil penyelidikan polisi belum jelas hingga dua pekan kasus itu dilaporkan," kata Suciwati usai Peringatan Hari Tani Nasional di Sanggar Tanoker Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa.

Ia menduga pencurian barang-barang itu pesanan pihak tertentu karena kawanan pencuri mengambil komputer jinjing (laptop), kamera digital dan sepeda.

"Saya jadi makin curiga ada rekayasa dalam kasus pencurian itu. Barang yang dicuri adalah laptop dan kamera yang menyimpan data dan informasi penting, termasuk foto kegiatan almarhum suami dan aktivitas saya. Ini kan aneh," tuturnya.

Suciwati mengaku mendapat informasi bahwa polisi sudah menangkap pelaku pencurian di "Omah Munir", namun informasi yang didapat pelaku yang ditangkap itu bukan pencuri yang sebenarnya.

"Entahlah. Kita lihat nanti bagaimana polisi mengungkap kasus itu," ucap ibu dua anak itu.

Sejak awal, istri almahum Munir itu mengaku curiga dengan pembobolan dan pencurian rumah almarhum suaminya di Desa Sidomulyo, Kota Batu, Jawa Timur yang terjadi pada Sabtu (7/9) malam.

"Pencuri itu tidak mengambil beberapa barang berharga di rumah yang akan dijadikan museum itu, namun mengambil sejumlah barang yang menyimpan dokumen penting," katanya.

Ia berharap aparat kepolisian serius mengungkap kasus tersebut. "Kami ingin hukum benar-benar ditegakkan oleh polisi," ujarnya.

Kasus pencurian tersebut diketahui Minggu (8/9), setelah Suciwati berada di Jakarta selama beberapa hari dan pelaku diduga mengetahui rumah dalam kondisi kosong.

Setelah mengetahui rumahnya dijarah, Suciwati melaporkan kasus tersebut ke Kepolisian Sektor (Polsek) Batu.

Rumah yang dibobol pencuri tersebut rencananya dimanfaatkan menjadi pusat pendidikan dan kampanye HAM bernama "Omah Munir" yang dibangun oleh sahabat Munir yang tergabung dalam Perkumpulan Munir.

Tujuannya untuk memberikan kontribusi bagi pendidikan HAM di Indonesia dan memberikan suntikan semangat "melawan lupa" atas pembunuhan pejuang HAM 7 September 2004.
(KR-FQH/B/R021)

Pewarta: Fiqih Arfani
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar