Indonesia-Thailand bahas kebijakan impor produk hortikultura

Indonesia-Thailand bahas kebijakan impor produk hortikultura

Mendag Gita Wirjawan (ANTARA FOTO/Dhoni Setiawan)

Nusa Dua, Bali (ANTARA News) - Indonesia melakukan pertemuan bilateral dengan Thailand membahas kebijakan impor produk hortikultura dan beras.

Usai pertemuan, Mendag Gita Wirjawan menyampaikan Menteri Perdagangan Thailand Niwattumrong Boonsongpaisan ingin mengekspor produk-produk hortikultura seperti cabai, wortel, durian dan produk pertanian lainya seperti beras ke Indonesia.

Sayangnya, keinginan tersebut terhambat dengan adanya kebijakan di Indonesia mengenai pengaturan impor
produk hortikultura, serta pembatasan pelabuhan masuk di Indonesia. Untuk itu, Mendag Thailand meminta penjelasan mengenai kebijakan impor tersebut dan pembatasan pelabuhan masuk di Indonesia.

“Peraturan impor produk hortikultura dirancang untuk meminimalkan kasus karantina dan memastikan terpenuhinya persyaratan keamanan pangan nasional, Indonesia kini lebih terbuka untuk sektor swasta, transparan, serta tidak ada pembatasan kuota,” kata Gita Wirjawan, Minggu malam di Nusa Dua Bali.

Terkait dengan pelabuhan masuk, Thailand dapat menggunakan pelabuhan Tanjung Perak,
Tanjung Mas, Belawan, Soekarno Hatta. Namun, khusus untuk Tanjung Priok, Thailand harus
mempunyai country recognation agreement (CRA) dengan Indonesia, seperti yang dilakukan oleh
Amerika Serikat.

Sementara itu, menanggapi keinginan Thailand untuk mengekspor beras, Mendag RI menyampaikan bahwa perdagangan beras menjadi kewenangan Bulog. Oleh karena itu, lanjut Mendag, Thailand dapat menghubungi Bulog jika berminat untuk mengekspor beras ke Indonesia.

Total perdagangan Indonesia dengan Thailand pada tahun 2012 mencapai USD 18,1 miliar, atau naik 36,7% dibandingkan dengan tahun 2011 yang mencapai USD 16,3 miliar. Pertumbuhan perdagangan selama lima tahun terakhir rata-rata 21,11%. Pada tahun 2013 (Januari-Juni) total perdagangan kedua negara sebesar USD 8,9 miliar, atau turun 0,4% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2012 sebesar USD 9 miliar. Sedangkan neraca perdagangan pada tahun 2013 (Januari-Juni) Indonesia mengalami defisit sebesar USD 2,6 miliar.

Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Desy Saputra
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar