counter

Lampu gantung kayu tarik perhatian di London

Lampu gantung kayu tarik perhatian di London

ilustrasi Sejumlah model membawakan tren pakaian terbaru berbahan dasar kain lurik dallam peragaan busana di Solo, Jateng. (FOTO ANTARA/Akbar Nugroho Gumay)

London (ANTARA News) - Lampu gantung kayu divariasikan dengan kain lurik produksi Mandaka asal Bandung berhasil menarik perhatian masyarakat Inggris di London dalam proyek Palapa Network Exhibition yang diadakan pelajar Indonesia yang tergabung dalam PPI UK.

Sebanyak 30 produk kreatif yang dijaring dari Sumatra hingga Papua digelar dalam pameran yang diadakan di Bargehouse, OXO Tower London, Inggris, ujar demikian Ketua PPI UK Haikal Bekti Anggoro kepada ANTARA London, Selasa.

Haikal mengatakan masyarakat London sangat terkesan dengan produk kreatif Indonesia yang merupakan karya terbaik anak-anak bangsa dan mengapresiasi acara yang diadakan pelajar Indonesia yang tergabung dalam PPI UK.

Dikatakannya pameran produk kreatif dalam proyek Palapa Network Exhibition Produk-produk ini telah diseleksi dari ratusan produk oleh 15 kurator internasional seperti Sou Fujimoto, Bridget Fleming, Tex Saverio, dan Andre Klauser.

Produk yang sangat mencuri perhatian antara lain lampu gantung kayu yang divariasikan dengan kain lurik yang diproduksi oleh Mandaka asal Bandung, ujarnya.

Pameran yang digelar di Bargehouse, OXO Tower London, yang berada di jantung industri kreatif London memperkenalkan produk kreatif kepada masyarakat Inggris dan diharapkan 30 produk tersebut mampu menembus pasar Inggris dan meningkatkan nilai transaksi industri kreatif Indonesia.

Lampu gantung, tas dengan ayaman kain handmade dari Semarang ciptaan Webe menarik perhatian pengunjung. Selain itu, sepatu dengan bahan songket hasil produksi Moro juga merupakan salah satu produk favorit pengunjung.

Pameran tersebut dihadiri berbagai kalangan masyarakat London, seperti pengusaha industri kreatif, perwakilan perusahaan ekspor-impor, reporter dari majalah lokal, dan juga masyarakat luas.
(ZG)



Kembangkan Lurik dengan Kreasi Modern

Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar