BSN ingatkan pentingnya standar mutu produk

BSN ingatkan pentingnya standar mutu produk

Kepala BSN Bambang Prasetya (bsn.go.id)

...perlu disuarakan terus-menerus dan seharusnya lebih bisa menggema hingga ke seluruh lapisan masyarakat dan pelosok desa...
Jakarta (ANTARA News) - Badan Standarisasi Nasional (BSN) mengingatkan kepada seluruh lapisan masyarakat agar terus memperhatikan standar mutu produk di tengah serbuan barang-barang impor yang masuk ke Indonesia.

"Pentingnya standar mutu harus terus disuarakan, mengingat arus produk dan jasa semakin tidak terkendali khususnya produk impor yang sering menimbulkan berbagai masalah," kata Kepala BSN Bambang Prasetya, dalam siaran pers yang diterima ANTARA, Selasa.

Bambang mengatakan, pentingnya penyuaraan terkait dengan standar mutu tersebut bukan hanya kepada beberapa lapisan masyarakat saja, akan tetapi sudah selayaknya diserukan ke seluruh lapisan masyarakat baik yang berada di daerah perkotaan maupun pedesaan.

"Ini perlu disuarakan terus-menerus dan seharusnya lebih bisa menggema hingga ke seluruh lapisan masyarakat dan pelosok desa," kata Bambang.

Bertepatan dengan Hari Standar Dunia (World Standard Day) yang jatuh pada tanggal 14 Oktober, berbagai negara di dunia mengkampanyekan pentingnya standar bagi kehidupan dan di Indonesia peringatan tersebut dikaitkan dengan "Bulan Mutu" yang setiap diperingati November mendatang.

"Bersamaan dengan momentum ini perlu dibangkitkan kembali tentang pentingnya mutu dan infrastruktur mutu pendukungnya, termasuk standar, penilaian kesesuaian dan metrologi," kata Bambang.

Sebagaimana diketahui, pelaksanaan Bulan Mutu tersebut dicanangkan pada tahun 1991, dan diharapkan mampu mencerminkan gelora dan semangat bangsa Indonesia untuk menciptakan karya bermutu dan unggul.

Memperingati Hari Standar Dunia dan Bulan Mutu Nasional 2013 tersebut, BSN akan mengadakan Focus Group Discussion (FGD) pada tanggal 3 Oktober 2013 dalam rangka persiapan Rakornas Standardisasi.

Peringatan tersebut akan dilanjutkan dengan Indonesia Quality Expo (IQE) pada 17 sampai 19 Oktober 2013 yang direncanakan akan dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Radjasa.

Rangkaian kegiatan Bulan Mutu tersebut akan mendatangkan kurang lebih sebanyak 1.500 pemangku kepentingan dari seluruh Indonesia, yang juga dilengkapi dengan pameran IQE yang menghadirkan beberapa industri penerap SNI.

"Diharapkan dengan rangkaian kegiatan tersebut akan menambah pengetahuan masyarakat mengenai standardisasi," demikian katanya.

Pewarta: Vicki Febrianto
Editor: Ella Syafputri
COPYRIGHT © ANTARA 2013

UN Batal, saatnya mengevaluasi standar pendidikan Indonesia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar